PRINGSEWU | Jika selama ini di Pringsewu hanya terkenal dengan kerajinan dari bambu, kini di Pringsewu, dari salah satu organisasi dusun pun bisa membuat kerajinan unik dari batok kelapa.
Keterangan Foto : Marketing Pemuda Garda Makmun Ahmad Tohiri bersama Mas Mei di rumah Produksi. (Foto:Nga)
Ialah Pemuda Garda asal Dusun Wonokriyo, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Pemuda Garda adalah salah satu organisasi asal Dusun Wonokriyo yang didalamnya ada 15 pemuda aktif dan mempunyai beberapa program kerja seperti gardakustik, sanggar tari garda, gerobak pustaka garda.
Kemudian garla (garda lanjut usia yang mengadakan senam lansia dan baksos), juga garda gowes club, Garuda FC (pemuda bola) dan rumah kreasi garda yang didalamnya ada garda dekorasi, garda fotocopy dan garda souvernir (kerajinan batok).
Akhir tahun 2019 lalu, Pemuda Garda mengejar kebut untuk rilis salah satu progjanya dalam bidang rumah kreasi. Yakni pembuatan souvernir dari batok kelapa yang kini sedikit mulai sedikit sudah ada peminatnya, demikian dikatakan oleh Marketing Pemuda Garda, Makmun Ahmad Tohiri, saat ditemui di rumah produksi Pemuda Garda beberapa hari lalu, Sabtu (4/1/2020).
“Untuk kedepannya kita tidak hanya khusus batok, bisa ke bambu, segala sesuatu yang bisa jadi bahan alami yang bisa jadi benda yang menghasilkan. Kita coba gali terus dan kita berdayakan untuk Dusun Wonokriyo,” kata Makmun.
Dikatakannya, dari cakupan Pemuda Garda mereka membuat sistem di Rumah Kreasi dan dengan dibantu oleh orang yang bisa produksi. Mas Mei dilibatkan sebagai tenaga produksi di Rumah Kreasi.
“Ada beberapa kerajinan dari batok yang kami produksi Mbak, seperti cangkir, satu set gelas beserta teko, mangkok, piring, sendok, garpu, juga gantungan kunci,” ujar Makmun.
Dengan melihat peluang yang ada, dipilihlah bahan dari batok kelapa karena selama ini batok kelapa hanya dijadikan sebagai limbah atau arang bakar. Kemudian batok kelapa pun ramah lingkungan dan terlihat lebih aesthetic.
“Daripada terbuang sia-sia, maka dari itu kami memilih bahan dari batok agar bernilai jual dan bermanfaat. Selain itu proses pembuatannya pun tidak terlalu rumit,” ungkapnya.
Untuk harga yang ditawarkan kisaran Rp2750,00 untuk harga gantungan kunci, kemudian paling mahal itu satu set teko dan gelas dengan harga Rp150.000,00. Untuk lebih lengkapnya bisa di cek melalui akuun Instagram @souvenir_garda atau bisa melalui marketingnya di nomor 082163810768 untuk pemesananan.
Karena masih terbilang baru merintis, dan terkendala di modal, konsumen yang akan melakukan pemesanan di Rumah Kreasi Pemuda Garda bisa memberikan DP 50% terlebih dahulu.
“Misal masih kurang untuk biaya produksi, kita bisa nombokin, karena kami kan sifatnya kreatif untuk organisasi bersama bukan buat keuntungan pribadi. Hasil omset pun kami bagi berdasarkan presentase, jadi ada tim marketing, produksi, bahan, bendahara. Sisa keuntungan pun disisihkan untuk uang kas Rumah Kreatif agar kedepannya ketika banyak orderan bisa memakai uang kas tersebut,” bebernya.
Kedepannya, Pemuda Garda mempunyai target tidak hanya membuat kerajinan dari batok saja. Tapi juga menjaring pemuda dari dusun setempat yang berminat mengasah kreativitas akan ditampung, diajari, dan di fasilitasi. “Karena target dari Rumah Kreasi mencari orang-orang kreatif yang satu pikiran, satu tujuan untuk dusun kita sendiri melalui Pemuda Garda,” lanjutnya.
Kemudian juga, kedepannya Pemuda Garda berharap ada perhatian dari pemerintah daerah Pringsewu dalam segi promosi dan marketing.
“Kita gak mengharapkan terlalu banyak, kita hanya minta dibantu dari segi promosi. Kalau bisa Pemda dateng dan langsung tindakan, seperti Jumat ngopi yang jadi wajib dari provinsi, nah itu kalau bisa ngopi dengan gelas dari produksi rumah kreasi. Membeli produk kita untuk instansi-instansi Pemda Pringsewu,” tandasnya.
Penulis : (*Nga)

819 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here