Pringsewu | Warga Pekon Sukaratu kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, kecewa dan mengeluhkan pekerjaan Peningkatan Jalan Latasir Ruas Jalan Sukaratu-Lugusari sepanjang 792 Meter yang masih dalam proses dikerjakan. Pasalnya, Pekerjaan Peningkatan jalan yang dibangun dari APBD Pringsewu tahun anggaran 2017 itu tidak sesuai dengan perencanaannya.

Hasil Hasil investigasi yang dihimpun wartawan media ini dilokasi Rabu (11/10), Pekerjaan Peningkatan Jalan s/d latasir ruas jalan Sukaratu – lugusari tersebut tidak memasang papan proyek, ditenggarai oleh pihak pemenang lelang CV. Adira Kanza, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 550 juta menurut sumber Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pringsewu.

Seperti yang diungkapkan Beri Muda, warga pekon Sukaratu yang juga dia pernah menjadi kontraktor pada saat masih di Jakarta,artinya dalam hal ini dia (beri) memahami teknis dalam pengerjaan jalan, dia mengaku lantaran kualitas proyek peningkatan jalan latasir di pekon tersebut dinilai kurang maksimal. Sebab, masyarakat setempat menilai ketebalan jalan yang dianggarkan dari APBD Pringsewu itu sangat tipis.

Menurutnya, kalau Pekerjaan jenis latasir hasil akhirnya setelah di kor hasil ketebalan 3,5 cm, kalau secara rincinya seharusnya ketebalan saat pengamparan dengan ukuran tebal sekitar 4 cm lebih,dan setelah dipadatkan akan menghasilkan ketebalan dengan ukuran 3,5 cm, akan tetapi yang terjadi di lapangan tidak mengikuti aturan dalam perencanaan,seperti terlihat sekarang yang ada di lapangan setelah dipadatkan bisa diukur hanya 1 cm.

“Hasil akhirnya setelah di kor akan diketahui hasil ketebalannya,juga Pekerjaan tersebut sudah ada pengawas dari kontraktornya,juga ada konsultan pengawas yang seharusnya taulah aturan dalam perencanaannya”ungkapnya bery.

Pada saat yang sama pengawas dari kontraktornya Koni dimintai keterangan oleh wartawan media Gemalampung.com,Rabu (11/10) terkait dengan pekerjaan tersebut,hanya ditugaskan mengawasi saja pekerjaan kalau persoalan tehnis pekerjaan tidak tahu dan terkesan berbelat-belit,ditanya soal siapa konsultan pengawasnya, dari pihak konsultan orang Bandar lampung namanya Chandra, sedangkan yang ada di lapangan saat hanya menggantikan saja tidak punya kewenangan untuk memberikan keterangan.

“Saya hanya ditugaskan untuk ngawasi saja mas, kalau tebalnya sudah ada 3 Cm yang dikerjakan”katanya Koni.(VJ)

586 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here