BANDAR LAMPUNG | Akibat debu dan hilir mudik kendaraan proyek pembangunan menara setinggi 100 meter di samping Masjid Agung Al Furqon, Gulak Galik, Teluk Betung Utara menyebabkan kerusakan jalan warga meminta perbaikan jalan yang rusak kepada Walikota Bandar Lampung.

Pembangunan menara tepat di samping sisi kiri masjid Agung Al-Furqon sejak tahun 2017 sampai dengan sekarang tahun 2019 masih terus berjalan. Bahkan pemantauan dilapangan bangunan tersebut sudah dalam tahapan finising atau penyelesaian. Namun warga sekitar yang tinggal di sekitar masjid Al-Furqon menyesalkan kurang tanggapnya pihak pemborong terhadap kerusakan jalan kampung masjid Al-Furqon akibat hilir mudik kendaraan proyek sejak pembangunan dua tahun yang lalu sejak tahun 2017 sampai dengan sekarang dalam tahap penyelesaian.

“Kami sangat menyesalkan pihak pemborong pembangunan menara yang kurang bertanggung jawab terhadap warga sekitar yang terdampak debu, suara bising alat bor dan hilir mudik kendaraan berat yang merusak akses jalan masuk ke kampung warga yang tinggal disekitar masjid Agung Al-Furqon. Tidak ada kepedulian terhadap kerusakan jalan. Kami minta bapak Herman HN melakukan perbaikan jalan kampung warga komplek masjid Agung Al Furqon yang banyak aspal nya bolong bolong dan mengelupas,” Ujar Iwan warga setempat kepada wartawan.

Selain itu menurutnya, biasanya kalau ada pembangunan atau proyek yang efek debu, suara bising yang menyebabkan kerusakan jalan , selain adanya perbaikan jalan , juga ada sekedar kompensasi terhadap rumah warga yang terdampak akibat efek suara getaran paku bumi pengeboran saat pemasangan tiang pancang .

“Tolonglah bagi pihak pemborong agar memperhatikan warga sekitar yang terkena dampak pembangunan. Kami sangat mendukung pembangunan menara tersebut, namun tetap memperhatikan dan peduli terhadap warga sekitar yang terkena dampak pembangunan menara tersebut,” akhir Iwan.(*)

115 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here