Tulang Bawang-Setiap Kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sekolah baik Rehab Gedung Sekolah maupun untuk Ruang Kelas Baru (RKB) di Kabupaten Tulang Bawang di nilai tak banyak di dapatkan oleh sekolah yang pantas menerimanya, dugaan kuat dana bantuan tersebut di simpangkan.

Sedangkan di Kabupaten Tulang Bawang masih banyak sekolah yang sangat membutuhkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang itu sendiri,bahkan ada beberapa sekolah yang mengeluh kepada Media ini terkait tidak pernah menerima bantuan DAK selama beberapa tahun,sehingga sekolah tersebut rusak parah dan tidak layak sebagai tempat menimba ilmu.

Dinas Pendidikan tempat harapan kepala sekolah untuk mendapatkan perhatian dan bantuan kucuran Dana untuk perbaikan sekolah,ternyata tidak dapat di andalkan,hal ini menjadi pertanyaan besar, bagaimana tidak,Dana Alokasi Khusus (DAK)  yang di kucurkan pusat kepada dinas pendidikan daerah bisa mencapai milyaran Rupiah bahkan Triliyunan,namun masih saja beberapa sekolah di wilayah Tulang Bawang jauh dari perhatian dan tidak pernah menerima bantuan Perbaikan sekolah dari Dana tersebut.

Baca Juga :  Mayat Laki-laki yang Dibuang di Bujung Tenuk adalah Korban Lakalantas

Setelah di telusuri lebih dalam,timbul dugaan dana alokasi khusus (DAK) setiap tahunnya di simpangkan atau di sunat oleh oknum dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri sendiri.

Seperti yang di temukan di tahun 2017,terlihat Kebusukan Dinas Pendidikan muncul ketika beberapa awak Media menyebar luaskan informasi terkait temuan adanya dana pengaman untuk oknum rekanan yang di duga dana tersebut dari penyimpangan bantuan (DAK) untuk perbaikan sekolah maupun pembangun gedung untuk belajar yang di sunat/di gelapkan oleh oknum dinas Pendidikan Tulang Bawang untuk kepentingan pribadi  guna menutupi keburukan dinas tersebut.

Seperti yang Di kutip dari salah satu Akun Facebook Lembaga yang tak di sebutkan namanya,dia memposting di sosial media Facebook,dengan captions “salah satu bukti kiriman amplop berisi uang sogokan (DAK) dari disdik Tuba @500 Wtn/Lsm,”paparnya di Akun Facebook milik dia,9/1/2018.

Baca Juga :  Ulas Polemik Proyek Tugu Simpang Penawar , Dinas PU Tuba Malah tak Hadiri Acara Talkshow D'GAS

Tak hanya itu,Lembaga tersebut memasang postingan lagi dengan kesan bertanya kepada Sosial media di Akun Facebooknya,”sulit untuk di pahami,apa itu suap???
Apa sanksinya bagi yang memberi dan menerima suap, “dalam Captions Postingannya.

Di sisi lain,sekolah yang terpuruk jauh dari perhatian bahkan tak pernah menerima bantuan,harus rela menjalankan masa belajar dan mengajar dengan keadaan yang kurang memadai,hal itu tetap di lakukan oleh para guru guna memperjuangkan generasi-generasi muda agar tetap berilmu dan memiliki pendidikan yang setara dengan pendidikan yang memadai.

Roda perputaran dalam Pemerintahan di kabupaten Tulang Bawang,harus mendapatkan perhatian lebih dari kepala daerah (Bupati),agar tidak terjadi kesalahan alias penyimpangan dalam mengatur bantuan dari pusat maupun daerah dan bisa di terima/terealisasi sesuai dengan aturan yang sudah di tentukan,sehingga nantinya kabupaten Tulang Bawang tidak tercemar keborokannya akibat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Sampai berita di terbitkan pihak disdik Tulang Bawang belum bisa di temui untuk konfirmasi lebih lanjut terkait kejelasannya…

Pewarta:idh

 1,074 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here