GemalampungNews.com, Pringsewu – Diduga ada nya unsur pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh Kepala sekolah dan Ketua Komite SDN I Pringsewu Barat, Sekretaris Komite Novi Antoni beberkan kepada awak media usai rapat komite yang dilaksanakan di SD tersebut. Rabu (11/04)

Menurut novi Antoni saat menemui wartawan media ini mengatakan bahwa saat rapat berlangsung dirinya menentang dan tidak setuju dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanan usai ujian akhir sekolah, karena hal ini menyalahi aturan yang ada.

“ Kebetulan anak saya duduk dibangku kelas VI, karena sebentar lagi ujian maka saya diundang oleh pihak sekolah untuk rapat, saya diundang sebagai wali murid, bukan sebagai sekretaris,  undangannya sendiri berisi tentang sosialisasi ujian yang akan digelar bulan ini, namun pada saat rapat yang dihadiri oleh sekitar 36 wali murid, ada kejanggalan karena yang dibahas tentang kegiatan perpisahan ini jelas tidak sesuai dengan isi surat undangan. Dan seolah olah bahwa keinginan untuk kegiatan perpisahan ini muncul dari wali murid atau siswa, alasan dari dewan guru bahwa lebih dari separuh jumlah siswa kelas VI menginginkan jalan-jalan atau rekreasi keluar kota, dan alasan lainnya adalah kegiatan perpisahan ini memang sudah menjadi tradisi, dan yang lebih mengejutkan lagi pihak sekolah mematok alokasi dana 50 ribu persiswa sebagai bentuk kenang –kenangan untuk sekolah jelas itu disampaikan oleh Kepala sekolah dan salah satu guru di SD itu” Paparnya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Pringsewu Lantik Dua Pejabat Eselon II

Dari keterangan pihak sekolah yang disampaikan saat rapat berlangsung lanjut Novi Antoni, bahwa tahun sebelumnya yaitu tahun pelajaran 2016-2107 SDN 1 Pringsewu Barat dalam menyelenggarakan perpisahan Siswa kelas VI saat itu dipungut uang sebesar 200 ribu.

“ Perinciannya adalah 150 Ribu untuk perpisahan dan 50 Ribu untuk kenang-kenangan sekolah, dan itu saya ketahui saat rapat tadi, artinya ketua komite yaitu pak Abu Salim tahun sebelumnya tanpa melibatkan pengurus ternyata sudah melakukan upaya pungutan atas nama komite sekolah,” paparnya.

Baca Juga :  Wabup Fauzi Hasan Buka Muscab III KWRI Tulang Bawang Barat

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya (ponsel)  Kepala Sekolah SD negeri 1 Pringsewu Barat Supriyanto menampik jika pihak sekolah melakukan pungutan, Kamis (12/4).

” Benar tadi memang kami mengundang wali untuk sosialisasi, menghadapi UAS, tapi oleh komite sekolah pada kesempatan tersebut untuk membahas perpisahan, soal hasil nya pihak sekolah tidak ikut campur itu urusan komite,” jelasnya.

Namun saat disinggung adanya pungutan  yang dialokasikan sebagai bentuk kenang-kenangan untuk sekolah sebesar 50 ribu rupiah per siswa,  Supriyanto enggan menjawab dan menutup sambungan telponnya.(VJ)

 1,988 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here