BREAKING

Senin, Mei 27, 2024
BERITA TERKINILAMPUNGMetro

Dinas PLKB Di Duga Sunat Bantuan Untuk Warga Binaannya

METRO | Dinas PLKB Kota Metro di duga sunat bantuan untuk warga binaannya, dengan dalih rekanan dan penyesuaian harga standard pemda, yang di ucapkan Tuti Kasie Data dan Informasi di Dinas PLKB,bantuan untuk warga binaan di kampung KB di duga di sunat oleh dinas PLKB, Jum’at (09-08-19).

Di temui di ruangan sekretaris dan pejabat Plt Kadis PLKB Kota Metro, Kabid pemberdayaan perempuan Wilastri, tidak bisa dengan jelas menerangkan program kegiatan yang di naungi bidangnya.

Berawal dari penelusuran pernyataan Wilastri, selaku Kabid pemberdayaan perempuan mengatakan telah mengucurkan dana bantuan pada masyarakat dalam program pengembangan usaha ekonomi perempuan PRA-KS yang di berikan kepada warga binaan Kampung KB di Ganjar Asri, Metro Barat.

Baca Juga :  Polsek Sungkai Utara Amankan Mobil Pick Up Muat Puluhan Drigen Isi Solar

Pantauan awak media di lapangan tepatnya di Kampung KB, Kelurahan Ganjar Asri, ternyata bantuan berupa barang yang di berikan kepada kelompok-kelompok warga binaan hanya berupa 1 buah oven,1buah mixer kecil,1 buah mesin giling terigu kecil, 2 buah kuali, 2 buah dandang, 2 buah sutil dan 2 buah serokan untuk menggoreng.

Menurut hasil pantauan dilapangan sepertinya barang-barang yang di berikan tidak lah sesuai dengan dana APBD 2018 sebesar 109.000,000, sedangkan anggaran tersebut yang di pergunakan untuk 10 kelompok, untuk satu kelompoknya berjumlah 10 orang.

Wilastri Kabid pemberdayaan perempuan saat dikonfirmsi tidak begitu paham tentang kegiatannya sendiri, Wilastri membawa serta tuti selaku Kasi data dan informasi.

Baca Juga :  Wakil Ketua I DPRD Kota Metro Ajak Masyarakat Patuhi Himbauan Pemerintah

Tuti mengatakan kalau itu dikerjakan oleh rekanan yaitu CV PUTRA SANDI, tapi sayangnya tuti tidak tahu pasti alamat CV PUTRA SANDI yang sudah menjadi rekanan dalam melaksanakan program pengembangan usaha ekonomi perempuan pra-ks ini.

“Kalau semua itu di kerjakan oleh rekanan dan di sesuaikan dengan harga standar pemda,” kilahnya.

Sangat aneh dan di sayangkan sekali kalau pihak Dinas PLKB yang bekerja sama dengan rekanan tidak mengetahui alamat rekanan, juga pada saat sebelum penyerahan yang katanya sudah di cek jenis barang-barang yang di berikan, padahal nominalnya di perkirakan tidak mencapai 50% dari anggaran APBD yang di anggarkan untuk kegiatan tersebut.(Anton/tim)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *