Gemalampung.com, Tulang bawang – terkait laporan masyarakat mengenai kelangkaan premium yang sangat sindipikat, ketua DPC POSPERA Tuba BAMBANG. SH yang sering dipanggil dengan Abenk,Mengajak anggota dan Tim penggerak pospera setuba mendatangi SPBU Terminal menggala,selasa 03/05/2017.

Faktanya, bahan bakar premium yang ditargetkan dalam pengiriman 8 ton atau sekitar 8000 kg liter yang dikirim ke SPBU Terminal Menggala, tidak bisa dirasakan oleh masyarakat tulang bawang khususnya menggala yang hendak membeli bahan bakar premium pada saat jam kerja atau sekitar 7:30.

Bukan itu saja Kedatangan DPC POSPERA Ke SPBU Terminal menggala menegaskan kepada pengawas atau manajer SPBU Terminal menggala agar bisa menjalankan sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Presiden (Kepres) Republik Indonesia.

Ketua DPC POSPERA Bambang. SH atau yang dikenal dengan panggilan Abenk menjelaskan pada saat jumpa pers dengan awak media,”kedatangan kami ke SPBU Terminal menggala ini, tidak lain hanya menyampaikan aspirasi masyarakat tuba, khususnya menggala.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid 19, Polres Metro bersama TNI Adakan Rapat Guna Setrilisasi Titik Jalur Masuk Wilayah

Karena selama ini warga yang hendak mengisi bahan bakar premium DI SPBU Terminal ini sangat sulit bahkan bisa dibilang langka,
Padahal bahan bakar premium yang dikirim ke SPBU Terminal ini cukup banyak, apalagi dalam pengiriman bahan bakar premium, dikirim dini hari, hal yang gak mungkin kalau jam 7/8 sudah tidak ada lagi bahan bakar premium tersebut.

Bukan itu saja Kami TIM DPC POSPERA Tuba akan selalu mengawasi kinerja SPBU terminal Menggala.”tegasnya.

Lebih jauh lagi, “saya berharap kepada manajer perusahaan atau pengawas SPBU, bisa menjalankan sesuai dengan aturan Keputusan Presiden(Kepres) Refublik Indonesia.

Baca Juga :  H. Darussalam Beserta IKAFAH Lakukan Berbagai Acara Sosial di Universitas Saburai

Demikian pula dengan adanya pengecoran atau penampung bahan bakar premium yang mempunyai surat isin maupun tidak, saya berharap agar pihak pengawas SPBU bisa mengawasi, supaya masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar premium bisa mendapatkan juga. “harapnya.

Ditempat yang sama Heri selaku Pengawas SPBU membenarkan adanya pengecoran Bahan bakar premium subsidi,”memang benar ada pengecoran bahan bakar premium yang terjadi dimalam hari atau dini hari, tetapi kami membatasi dalam pengecoran tersebut sebagai mana yang tercantum dikepres refublik indonesia 70% untuk masyarakat yang mendatangi SPBU.
30% Untuk masyarakat diluar jangkaun SPBU dengan cara pengecoran tersebut. “jelasnya.
(Tim)

 1,375 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here