Keterangan Foto : Jebolnya Saluran Irigasi Way Tebu titik pertama antara KT 1 - KT 2 di Pekon Sukawangi.
PRINGSEWU | Jebolnya dinding saluran irigasi dengan metode precast di Way Tebu IV KT 1 – KT 2 yang berlokasi di Pekon Sukawangi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, membuat masyarakat sebagai penerima manfaat menduga bahwa pembangunan dikerjakan secara asal dalam melaksanakan fisiknya.
Keterangan Foto : Saluran Irigasi Sekunder Way Tebu IV, KT 1 – KT 2 di Pekon Sukawangi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Jebol disebabkan kualitas bangunan tidak kuat menahan debit air. (Foto : Tim MGG)
Andoyo, selaku pihak PU Provinsi Lampung, saat diminta keterangan oleh media ini melalui telephon seluler dan via wattshapp di no 08237923xxxx, hanya mengirimkan foto pekerja yang masih melakukan perbaikan di titik lokasi jebolnya tanggul irigasi serta mengirimkan pesan singkatnya.
“Kami perbaiki hari ini pak, kondisi masa pemeliharaan masih dalam tanggung jawab kontraktor,” pesan singkat, Andoyo kepada media ini, Minggu (2/2/20).
Hari selaku Pihak pelaksana PT. Benteng Indo Raya saat dihubungi melalui selulernya bahwa jebolnya saluran irigas Way Tebu tersebut tidak bermasalah karena langsung diperbaiki karena masih dalam masa perawatan selain itu faktor alam yang menyebabkan jebolnya bangunan tersebut. Senin (3/2/20).
“Karena masih dalam masa perawatan, tanggul yang jebol langsung kami perbaiki, dan penyebabnya adalah faktor alam,” jelasnya.
Namun saat ditanya mengenai tentang Job Mix Formula dan proses pencetakan frecast tersebut Hari menjawab singkat dan buru buru menutup telpon dengan alasan ada rapat.
” Ada pak job mix formulanya, frecast dicetak di workshop Itera, maaf pak saya ada rapat,” ucapnya sembari menutup telpon. .
Keterangan berbeda disampaikan oleh Ketua P3A Kecamatan Pagelaran, Sarwono mengatakan bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam pembangunan irigasi tersebut, padahal dirinya memahami betul bagian-bagian yang harus mendapatkan perhatian khusus. Dinding irigasi tersebut jebol selain lantaran timbunan tanah pada dinding irigasi yang kurang padat juga diduga karena precast yang dipasang kurang matang (belum kering) sehinga tidak kuat menahan tekanan air.
” Sebelum dibangun, disitu memang paling sering jebol dinding irigasinya, mungkin precastnya kurang matang ditambah lagi penimbunan tanahnya kurang padat jadi tidak kuat menahan tekanan air, Precastnya setahu saya di cetak disini pak daerah Kiyoman,” papar Sarwono, Sabtu (1/2/20).
Dari hasil penulusuran Tim Media Global Group (Tim MGG), diketahui dari informasi melalui sumber Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menemukan bahwa jenis kegiatan yang dimaksud ialah Kegiatan Proyek Peningkatan Daerah Irigasi Way Tebu System, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan kontraktor pelaksana PT. BENTENG INDO RAYA, yang beralamat JL. RE. Martadinata No. 8 – Sukabumi (Kota) – Jawa Barat, dengan nilai kegiatan seluruhnya Rp 39.251.575.000, (Tiga Puluh Sembilan Milyar Dua Ratus Lima Puluh Satu Juta Lima Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah) untuk lokasi pekerjaan di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu.
Penulis : (Tim Media Global Group)

 1,275 total views,  4 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here