PESISIR BARAT | Pembangunan Balai Pekon Way Napal, tahun 2018 bersumber dari anggaran Dana Desa bernilai ratusan juta rupiah menyisakan utang ditoko bangunan, Selasa (05/11/2019).

Menurut Yulyan effendi, sebagai pemilik Toko Bangunan, Tiga Saudara di Pekon Lintik, pengadaan bahan bangunan pada pembuatan Balai Pekon Way Napal, waktu itu sebagai Pratinnya (Kepala Desa) Khairil Anwar (bang Du) sapaan akrabnya.

Sewaktu Pencairan termin Pertama ADD Way Napal, suplay berupa barang Besi, semen dan lain-lain, semua pemesanan banyak dari TB.Tiga Saudara yang mengadakannya, sehingga mencapai total nota sekitar kurang lebih RpĀ 80.000.000,-.

Baca Juga :  Agar Terciptanya Pemilukada Kondusif, Bawaslu Lampung Tengah Gelar Rapat Koordinasi

Sedangkan teknis pembayaran ada yang dilakukan tunai dan bayar mundur, pada saat pengiriman selanjutnya ada satu nota lagi berjumlah Rp42.729.000 belum bisa dilunasi oleh Khairil Anwar.

Perjalanan menunggu pencairan ADD tahap ke 2, Pratin meninggal sehingga roda pemerintahan Pekon dijalankan oleh jurutulis Solihin, namun nota yang tersisa tidak dilunasi walaupun sudah sering kali di minta.

Masuk pada pencairan tahap ke 3, yang dijabat oleh Ummy Kalsum, itupun tetap tidak dibayar, sisa nota yang belum dilunasi, sehingga kami berusaha mencari siapa yang bertanggung jawab, tutupnya

Baca Juga :  BPN Kota Metro Bagikan 1350 Sertifikat Tanah dari Program PTSL

Menurut ketua AWPI (asosiasi wartawan profesional indonesia) Yazmi dona, Pembangunan Balai Pekon Way Napal tersebut dianggarkan tahun 2018, artinya semua bentuk pembiayaan itu bersumber dari anggaran tahun yang sama.

“Seharusnya setelah meninggal Pratin Khairil Anwar segala Bentuk pembayaran bahan matrial dan jasa tukang dilunaskan atau dibayar oleh penerus atau pejabat Pratin tahun 2018,” ungkapnya. (Riswanto).

 562 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here