TULANG BAWANG BARAT | Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bantah hasil peninjauan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melalui komisi III terkait dua Irigasi bobrok yang diduga bermasalah dan gagal perencanaan.
Namun demikian, pihak Dinas PUPR Tubaba berdalih tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan dalam pelaksanaan kontruksi bangunannya, untuk itu pihaknya akan meninjau karena masih dalam pengawasan PUPR dan masih disediakan retensi.
Pembangunan irigasi tersebut diantaranya irigasi Way Jualow yang terletak di Tiyuh Terang makmur, Kecamatan Gunung Terang senilai sekitar 1,8 Milyar rupiah dikerjakan oleh Cv.Rias Gunung Katun dan peningkatan jaringan irigasi Way Bujung Sari Marga yang terletak di Tiyuh Bujung Sari Marga, Kecamatan Pagardewa dengan nilai 1,2 Milyar rupiah dikerjakan oleh Cv.Cakrawalaconstruct.
Iwan mursalin, kepala Dinas PUPR Tubaba memastikan betul bahwa Perencanaan yang telah dibuat oleh Dinas yang dipimpinnya bukan asal asalan.
Menurutnya Pelaksanaan Irigasi sudah sesuai dengan tahapan Juknis Dak yang sangat sistematis dan terverifikasi dengan Kementerian Pupr yang mengucurkan Dana DAK.
“Apa yang kita bangun sudah sesuai peta irigasi yang ada pada kita (PUPR Tubaba) dan jika itu (ada pihak yang mengatakan Irigasi Dinas Pupr asal asalan) salah perencanaan saya pastikan tidak,”ungkap Iwan musalin.
Dirinya menambahkan Dinas PUPR Tubaba mempunyai Tim Perencanaan Teknis yang Kompeten, Tim kami bekerja secara massiv menyiapkan data usulan, mendesain Detail engenering, melakukan verifikasi secara periodik ke kementerian Pupr.
“Sehingga Dokumen perencanaan yang di Teken otoritas Kemenpupr benar benar dokumen perencanaan yang sesuai juknis dan juklak Dak dan Peraturan Menteri PUPR no 30/PRT/M/2015. Kasian Tim Teknis Kami (Dinas Pupr Tubaba) bekerja keras untuk peningkatan kesejahteraan Petani Tubaba dituding asal asalan,”terang Iwan.
Namun demikian, Iwan mursalin menduga, tidak menutup kemungkinan kesalahan dalam pelaksanaan kontruksi bangunannya, untuk itu pihaknya akan meninjau karena masih dalam pengawasan PUPR dan masih disediakan retensi dan akan memberikan teguran kepada rekanannya bila terbukti ada kesalahan kontruksi.
“Nantinya akan kita tinjau kembali dan akan kita berikan teguran kerekanan jika memang ada kesalahan kontruksi,”kata dia.
Sementara hasil peninjauan dilokasi bangunan Irigasi pada tanggal 6/2/2020, DPRD Tubaba melalui komisi III akan berkoordinasi dengan pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negri (Kejari) Tulang Bawang dan Polres Tubaba untuk memproses kedua bangunan Irigasi tersebut.
“Saya meminta pihak penegak hukum dalam hal ini Kejari Tuba dan Polres Tubaba untuk melihat serta memproses pekerjaan tersebut, karena pekerjaan ini sudah parah dan tidak ada manfaatnya, hanya menghambur-hamburkan uang negara saja, biar mereka tidak kebiasaan membangun asal-asalan di kabupaten Tubaba ini”pinta Paisol ketua komisi III DPRD Tubaba saat peninjauan kelokasi proyek.
Sayangnya hingga berita ini dilansir pihak kontraktor belum bisa ditemui untuk di konfirmasi.
Penulis : (Wawan)

 485 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here