Gemalampung.com | Fakta,Akurat Dan Terpercaya
AMBARAWA INDUK (Pringsewu) | Kakon Ambarawa Induk Al Huda berkilah terkait pemberitaan soal pungli dalam pembangunan drainase di Dusun 02/ RT 02.
Menurut Al Huda, penggalian drainase tersebut berdasarkan hasil swadaya masyarakat.
” Pungli yang gimana ini, itu juga masyarakat gak dimintai semua kok buat iuran. Hanya warga yang terdampak aja,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Kamis (16/4/2020).
Lebih lanjut, Huda mengatakan, sebelum drainase dibangun, saluran tersebut sering menyebabkan banjir.
“Jadi gini, dulu saluran air itu macet sebelum di drainase. Itu gak ada anggaran, ya kalau warga mau iuran ya monggo. Itu aja desa nambahin buat nyewa eksavator. Narik 30 ribu buat mobilisasi aja kurang,” ungkapnya.
Selain itu, Huda juga menepis bahwa iuran 30 ribu itu atas inisiatif dirinya sebagai kepala pekon.
“Itu kan hasil rapat, saya gak di undang. Itu warga-warga yang terkena imbas banjir yang rapat, kemudian ketua RT yang narik keliling,” ungkapnya.
Sementara itu saat disinggung soal tidak adanya hamparan pasir, Huda mengatakan untuk bertanya langsung dengan tukang yang bekerja. Karena ia tidak tahu menahu soal isi RAB drainase tersebut.
“Dilihat dulu bangunannya, soal pengerjaan langsung tanyakan sama tukangnya itu. Soalnya saya belum lihat RAB nya seperti apa. Sudah gini aja ngbrol aja kita di kantor biar enak,” pungkas Huda dengan nada tinggi.
Penulis : (Team MGG)

 3,069 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here