GemalampungNews.com, Pringsewu –Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk mengembangkan komuditas bambu sudah sepatutnya memberikan peluang dan contoh kepada masyarakat agar komuditas yang juga sebagai identitas kabupaten pringsewu menjadi komuditas yang berkelas dan ekslusif sehingga nilai ekonomi bambu menjadi terdongkrak. Namun semangat ini hanya dimanfaatkan oleh oknum  untuk keuntungan pribadi.

Seperti pembuatan saung dan gazebo bambu yang ada di belakang kantor bupati pringsewu yang dibangun menggunakan APBD melalui Kesekretariatan pemkab pringsewu bidang perlengkapan. Pembangunan saung tersebut tentunya diharapkan menjadi contoh dan dapat diadaptasikan oleh masyarakat karena mempunyai nilai estetika yang unik. Sayangnya dalam proses pembuatan saung dan gazebo tersebut terkesan asal asalan tanpa memperhatikan karakter dari bambu itu sendiri sehingga kwalitasnya pun patut dipertanyakan.

Pemilik kantin yang berada di belakang kantor pemkab pringsewu yang biasa disapa Bude menerangkan bahwa pembuatan saung tersebut baru selesai tiga hari yang lalu namun perlengkapan meubeler yang berbahan dari bambu sudah terlihat beberapa kerusakan.

Baca Juga :  RAKOR BAHAS PENGINFUTAN IDM SEKALIGUS BUKBER TPP-P3MD KABUPATEN PRINGSEWU

“Gimana ga cepet rusak mas, lah wong bambunya yang dibuat masih terlihat basah mungkin baru ditebang langsung dibuat, baru hari ini dipakai sudah pada lepas ikatannya, katanya sih buatnya dadakan, lihat saja atapnya masih kelihatan hijau,” ucapnya

Kepala bidang perlengkapan  melalui sambungan selulernya Untung Budiono mengaku tidak tahu menahu soal pembuatan saung dan gazebo tersebut.

” saya tidak paham mas soal gazebo dan saung tersebut, karena yang mengkondisikan itu PPTK saya hanya tanda tangan, tapi setahu saya nilainya kecil sekitar 20 juta saja,” bantahnya.

Namum keterangan berbeda disampaikan oleh Faturohman (wawak) pihak yang melaksanakan pekerjaan mengatakan bahwa anggaran untuk pembuatan saung dan gazebo tersebut berkisar hingga 35 juta lebih. Saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, orang yang berpenampilan nyentrik dan biasa di panggil Wawak ini mengatakan bahwa bambunya memang masih dalam kondisi basah karena baru ditebang, namun pihaknya memberikan garansi selama 3 bulan.

Baca Juga :  SOSIALISASI PROGRAM BEASISWA LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN (LPDP) KEMENTERIAN KEUANGAN

” yang mengerjakan gazebo dan saung itu komunitas bambu dari gadingrejo, untuk tamannya saya yang mengerjakan. Tapi tamannya tidak jadi karena saat dikerjakan tanamannya banyak yang hilang.” Jawabnya

Disinggung soal CV yang digunakan untuk pekerjaan tersebut, Wawak mengaku tidak tahu, pihaknya hanya sebatas pekerja saja.

” Saya hanya mengerjakan persoalan yang lain lebih jelasnya tanya sama pak alpian, karena saya komunikasinya lewat dia.” Pungkasnya. (VJ)

 1,459 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here