BREAKING

Selasa, Februari 27, 2024
BERITA TERKINILAMPUNGOpiniPringsewu

Lemahnya Pengawasan OPD Teknis Dalam Pembangunan, Semakin Memperburuk Wajah Gedung RSUD Pringsewu

PRINGSEWU | Bicara soal kondisi infrastruktur bangunan di RSU Pringsewu, kita seolah tengah membaca cerbung (cerita bersambung).

Betapa tidak, pasalnya ada saja objek dari bangunan di rumah sakit itu yang membuat kita harus terus-terusan mengelus dada.

Foto : Lantai Bangunan Ruangan Bedah RSUD Pringsewu yang retak.

Mulai dari kondisi bangunannya yang sudah mulai retak-retak, plafon enteni yang ambrol dan bolong, fasiltas di dalam ruangan seperti WC yang tidak berfungsi dengan baik, hingga kenyamanan pasien dan keluarga pasien yang terganggu.

Demikian, Syaifullah Direktur LBH Kesehatan “Pringkuning” mengungkapkan pasca turun dan melihat langsung kondisi bangunan dan ruangan yang ada di RSU Pringsewu yang selama ini juga menjadi sorotan banyak media.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemilukada Serentak Dipastikan Akan Berlangsung Pada Desember 2020

Menurut Syaiful, buruknya “wajah” RSU Pringsewu ini erat kaitannya dengan buruknya sistem perencanaan awal serta pelaksanaan kegiatan fisik oleh pihak rekanan (ketiga).

“Pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan gedung di RSU Pringsewu, lebih mengedepankan keuntungan ketimbang mutu dan kualitas bangunan. Makanya kenapa, banyak bangunan di rumah sakit yang baru berusia tahunan dan sekarang sudah rusak, ” paparnya.

Disisi lain, lemahnya pengawasan dari OPD teknis dan juga wakil rakyat yang membidani masalah pembangunan, semakin memperburuk wajah bangunan dan gedung di RSU Pringsewu yang sudah menelan anggaran milyaran rupiah.

Baca Juga :  Wirdayati Ketuai PW Fatayat Nahdatul Ulama Propinsi Lampung Periode 2020-2025

“Harus ada audit terhadap pengadaan barang dan jasa di rumah sakit yang dilakukan dinas terkait. Jangan malah, buruknya kondisi bangunan yg ada berdampak pada menurunnya tingkat kinerja layanan terhadap pasien, ” tegas Syaiful.

Wajar saja sebut Syaiful, bila tingkat kunjungan pasien ke RS Pringsewu terus menurun.

“Bagaimanana tidak menurun, kalau kenyamanan pasien dan juga keluarga pasien selama ini terganggu hanya gara-gara atap ruangan yang bocor, ” tandasnya. (Red)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *