Gemalampung.com | Fakta,Akurat Dan Terpercaya
TULANG BAWANG BARAT | Terkait perizinan PT. Sumber Beton Indonesia (SBI) yang tidak lengkap. Melalui Bendaharanya,  Joko Hardianto mewakili Dirut dan Komisaris PT. SBI menyanggah tudingan tersebut, sedangkan diketahui bahwa PT.SBI mulai beroprasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, sejak bulan Juli 2019 lalu.
Joko Hardianto, Bendahara PT.SBI mengatakan bahwa perusahaan yang dinaunginnya telah mengantongi izin secara lengkap.
“PT.SBI telah memiliki izin yang lengkap, meskipun disini saya hanya bagian keuangan (Bendahara) tapi saya dapat memastikan bahwa PT.SBI ada izin lengkap dan tertempel ke kantor,” bantah, Joko Hardianto, Senin (23/03/2020).
Masih kata Joko Hardianto, “Soalnya pak Rudi, sebagai pemilik CV. Famili Sampoerna, pernah mengatakan kepada kami bahwa Izinnya untuk PT.SBI itu ada dan lengkap,  sebab kami (PT.SBI) berpatner dengan CV.Famili Sampoerna,  saya pastikan untuk izinnya ada dan lengkap,” jelasnya.
Lanjut, “Kalaupun Pemkab Tubaba, nantinya ingin menuntut atas perihal PT.SBI tidak ada Izinnya, yang akan bertanggung jawab ya Pak Andre sebagai direktur dan pak David sebagai komisaris PT.SBI, namun disini saya menyatakan bahwa izin PT.SBI itu benar-benar ada, dan jika ada yang mengatakan bahwa PT.SBI tidak ada miliki izin, kami menyatakan itu tidak benar,” kilah Joko.
Ditempat berbeda Paisol, Ketua Komisi III DPRD Tubaba, melalui telephone selulernya mengatakan, jika PT. SBI merasa benar telah mengantongi izinnya secara lengkap, untuk segera melakukan klarifikasi secara jelas dengan menunjukkan bukti perizinannya tersebut.
“Apabila dari pihak PT. SBI ingin membuat klarifikasi dan memperjelas perihal perizinannya, maka pihaknya harus mengirimkan surat ke kantor DPRD serta bisa menunjukan bukti perizinan yang dikeluarkan dari Dinas Perizinan (satu pintu). Sebab, yang menyatakan PT.SBI itu tidak memiliki izin adalah Dinas Perizinan,” jelas Paisol.
Lanjut kata dia, “Adapun beatching plant yang kita tutup adalah di kawasan BRD. Jika pengakuan dari pihak PT.SBI menyatakan bahwa mereka telah memiliki izin yang lengkap. Namun, pada kenyataannya yang kita temukan mereka tidak memiliki izin. Sekarang ini apabila mereka ingin menjelaskan bahwa mereka memiliki izin yang lengkap, maka silahkan mereka berkoodinasi dan menunjukkan kepada Dinas Perizinan (satu pintu),” pungkasnya.
Penulis : (Wawan)

 633 total views,  4 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here