Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercaya

PESAWARAN | Tokoh adat di Kabupaten Pesawaran harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Demikian disampaikan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat membuka gelaran Musyawarah Daerah (Musda) ke III Majelis Punyimbang Adat Lampung, Kabupaten Pesawaran di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab setempat, Rabu (2/6)

“Seperti kita ketahui, Pesawaran masih mengalami kenaikan kasus pandemi Covid-19, sehingga saya perlu ingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya para tokoh adat untuk menjadi teladan bagi msyarakat dalam penerapan protokol kesehatan,” sebut Dendi.

Baca Juga :  DPRD Lamteng Gelar Paripurna Persetujuan Bersama Raperda LPPA 2019

Menurut Dendi, peran tokoh adat sangat strategis dalam mendukung program pembangunan kabupaten setempat, salah satunya dalam mendukung program penanganan pandemi virus corona.

“Selain itu, MPAL merupakan wadah silaturahmi tetua adat dalam rangka melestarikan adat budaya menuju pesawaran yang maju sejahtera dan berdaya saing,” tambahnya.

Karenanya, dia meminta dukungan seluruh tetua adat dalam pembangunan Museum Tapis Alquran yang rencananya akan di bangun di wilayah setempat dengan melibatkan perajin kain tapis.

Lebih lanjut, dia berpesan agar majelis adat tersebut menjadi media pemersatu warga Pesawaran, dengan memberikan teladan terbaik dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga :  PEMKAB TUBABA GAGAS MEGALITHIC MILLENNIUM ART

“Ada lima hal yang perlu saya sampaikan untuk kemajuan MPAL, yakni melakukan penataan, pelayanan masyarakat, merapikan pendataan, pencitraan yang baik, serta menyiapkan pendanaan untuk program yang akan dilaksanakan,” pesan Dendi.

Senada, Ketua MPAL periode 2015-2020, Muaddin Yusuf menyebut gelaran Musda merupakan forum musyawarah untuk memilih pengurus baru yang akan menjalankan roda organisasi adat hingga 2025 mendatang.

Editor : (Redaksi)

 16 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here