Pringsewu | Seorang pelajar di Pringsewu ditemukan terjatuh di dekat batang pohon usai menggantungkan dirinya dengan seutas tali.

Korban diketahui bernama Angger Pradana (17) warga Jalan Olahraga, Kelurahan Pringsewu Barat, ditemukan pertama kali oleh kakak kandung korban Nurkhofifah dalam posisi duduk tersandar di batang pohon jambu yang berada di belakang rumah korban, Rabu (31/3/2021) pagi sekitar pukul 05.15 WIB.

Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Atang Samsuri mengatakan, saat saksi menemukan korban, di leher korban terdapat seutas tali tambang dan bekas jeratan.

“Saat dipegang oleh saksi, tubuh korban sudah dalam posisi dingin dan diperkirakan sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penggunaan Dana Hibah 1 Milyar Kemenag Pringsewu Tak Jelas

Saat petugas kepolisian tiba di rumah korban, posisi korban sudah dievakuasi oleh keluarga dan warga setempat ke dalam rumah korban.

“Dalam proses olah TKP di lokasi, petugas menemukan seutas tali tambang yang terikat didahan pohon jambu yang diduga dipergunakan oleh korban saat melakukan bunuh diri,” tambahnya.

Usai dilakukan olah TKP, korban diduga melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali tambang warna merah yang diikatkan pada dahan pohon jambu setinggi 4,3 meter.

“Namun pada saat korban melaksanakan gantung diri, lama- kelamaan tali tambang yang memang dalam kondisi sudah terpakai lama tersebut tidak mampu menahan beban tubuh korban dan kemudian terputus dibagian tengahnya, sehingga korban terjatuh,” lanjut dia.

Baca Juga :  Program IWO 2020 mengenalkan Sejarah Disambut Baik Oleh Pemerintah Tulang Bawang

Menurut Atang, motif korban melakukan bunuh diri belum bisa diketahui dan masih didalami oleh pihak kepolisian. Sebab, menurut keterangan keluarga korban dan teman- temannya, korban tidak pernah menceritakan ada masalah apapun.

“Menurut keluarganya, korban tipikal orang yang tertutup jadi kalo ada masalah tidak pernah menceritakan kepada siapapun,” ungkap dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim inafis bersama tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Keluarga korban menerima sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses outopsi, maka korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” pungkasnya.

Redaksi

 44 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here