Jumat, Mei 24, 2024
ADVERTORIALKota Metro

Pelaksanaan PAUD Inklusif, Pemkab Banyumas Lakukan Studi Banding

Demi mencanangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terintegrasi Inklusif, Pemerintah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, melakukan studi banding sekaligus silahturahmi dengan Pemerintah Kota Metro.

Mewakili Bupati Banyumas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Wiyono,M.Si berterima kasih kepada Pemkot Metro telah menerima kehadiran rombongan Pemkab Banyumas di Kota Metro.

“Kami semua ke sini untuk mencari referensi PAUD inklusif karena kebetulan di sana (Kabupaten Banyumas) hanya SD SMP yang baru menyelenggarakan itu,” ucap Joko di Guest House Rumah Dinas Walikota, Rabu (30/08/2023).

Dalam kesempatan itu, Pemkab Banyumas juga meminta satu referensi PAUD di Metro untuk dilakukan percontohan PAUD inklusif di Banyumas.

Baca Juga :  DEMI KESEJAHTERAAN PANGAN YANG LEBIH BAIK, PEMKOT LAKSANAKAN RAKOR KP3 KOTA METRO

Pada saat yang sama, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Metro, Supriyadi mengatakan bahwa tim dari Pemkab Banyumas akan didampingi secara langsung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro untuk melakukan pendataan.


“Terkait pendataan PAUD inklusif ini, nanti secara langsung akan didampingi oleh Disdikbud Kota Metro apa saja yang diperlukan untuk mengumpulkan data-datanya secara teknis,” tutur Supriyadi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan piagam dari masing-masing kabupaten kota yang diwakili oleh Bunda PAUD Kota Metro, Silfia Naharani dan Bunda PAUD Kabupaten Banyumas, Erna Husein sebagai simbol kerja sama dan kenang-kenangan

Baca Juga :  Pemerintah Kota Metro Gelar Rakor Gugus Tugas KLA Wujudkan Kota Layak Anak

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Suwandi,S.IP menjelaskan bahwa Metro sudah menyelenggarakan pendidikan inklusif tetapi belum secara khusus.

“Sesungguhnya di Metro juga belum menyelenggarakan pendidikan inklusif secara khusus, akan tetapi pendidikan inklusif sudah di seluruh jenjang dari PAUD hingga SMP,” jelasnya.

Beliau juga menerangkan pendidikan inklusif ini dilakukan supaya lebih menghargai kondisi atau latar belakang masing-masing siswa seperti budaya sosial, agama dan suku agar siswa dididik toleransi dengan menghargai perbedaan. (Adv)

 

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *