Senin, Juli 22, 2024
BERITA TERKINI

Pemperingati Hari Pangan Sedunia Bapanas Melakuan Gerakan Pangan Murah

Kota Metro-Memperingati hari Pangan Sedunia, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan Gerakan Pangan Murah serentak secara nasional yang tercatatat 430 titik kab/kota dan diikuti secara virtual di 186 titik. Pemerintah Kota Metro juga mengikuti kegiatan ini secara virtual di Sekretariat Daerah Kota Metro, Senin (16/10).

Badan Pangan Nasional menggelar kegiatan ini bertujuan menstabilkan pasokan harga pangan serta menjaga daya beli masyarakat yang telah bekerjasama dengan kementerian dan lembaga serta seluruh pelaku pangan untuk menjaga laju inflasi yang disumbang oleh sektor pangan serta berkolaborasi, bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder serta pihak swasta.

Plt.BPS Pusat Amalia Adininggar Widyasanti berharap dengan koordinasi yang semakin solid dan semakin tangguh diantara kementerian lembaga ini menjadi alat dan upaya bersama mengendalikan harga yang menjadi perhatian masyarakat.

“Karena dengan inflasi yang terkendali daya beli masyarakat akan terus terjaga dan kesejahteraan masyarakat akan tetap kita pertahankan dan bahkan kita tingkatkan, kami juga akan terus menyampaikan data dan fakta objektif dan kami ingin sampaikan data yang bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya, metodeloginya, sehingga berharap apa yang kami sampaikan dapat dijadikan pegangan dan referensi untuk mengawal kebijakan yang lebih baik dan intervensi yang akurat,” harap Amalia secara Virtual yang diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Metro di Aula Pemerintah setempat, Senin (16/10/2023).

Baca Juga :  Pemkab Pesibar Gelar Sosialisasi Rancang Bangun Data Portal Online

Dirinya juga memaparkan beberapa kabupaten kota berdasarkan perkembangan harga kenaikan iph kenaikan tertinggi yaitu kota Gorontalo sebesar 6,1%, kemudian Kabupaten Bolang Mangandou (5,32%), Kota Bitung (5,05%) Kota Mamasa (4,54%) dan Kabupaten Lombok Timur (4,44%).

Untuk komoditas yang mempengaruhi kenaikan Indeks Perkembangan Harga yaitu gula pasir sebanyak 338 kab/kota 283 kab/kota cabe rawit 259 kab/kota mengalami kenaikan.

Kemudian Kepala Bapanas Arif Prasetyo Adi memaparkan 3 komoditas harus terbagi habis dalam waktu 3 bulan. “640 ribu ton beras ini harus terbagi habis dalam 3 bulan untuk 21,3 juta KPM dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan seluruh Indonesia juga harus dilakukan,” ungkapnya.

Arif juga menyampaikan arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk 200 ribu ton beras komersial melalui penggiling padi se-Indonesia harus memenuhi pasar retail modern dan pasar tradisional, jadi seluruh pemimpin daerah yang tidak memiliki beras baik di pasar tradisional maupun modern silahkan hubungi Bulog terdekat agar memiliki beras SPHP yang dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di Pasar Beras Induk Cipinang sudah digelontorkan sebanyak 8-9 ribu ton dikawal satgas pangan dan tidak boleh satu butir pun disalahgunakan, mengenai gula presiden memerintahkan realisasi impor kita hanya 26 persen sehingga secepatnya bagi yang memegang kuota impor harus merealisasikan importasinya.

Baca Juga :  Asisten ll Bidang Pengembangan Ekonomi Kab Tubaba Gelar Rapat Koordinasi Pendapatan

Arahan Plt. Menteri Pertanian yang disampaikan oleh Kepala Bapanas, untuk produksi beras 35 juta ton yaitu Detailkan target produktivitas dari 5,2 menjadi 5,4 hingga 5,7 ton/ha, pastikan asuransi pertanian, detailkan optimalisasi pemanfaatan alsintan, detailkan 26 ribu outlet pupuk baik subsidi maupun komersil, pastikan siap eksekusi oleh kepala dinas provinsi dan kab/kota, kepala dinas mendapatkan reward bila target tercapai, tetapkan penanggung jawab wilayah, optimalisasi peran penyuluh pertanian lapangan dan eksekusi segera.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam arahannya mengatakan untuk kepala daerah agar terus menjaga stok barang jika tidak ingin mengalami kenaikan harga di wilayahnya tersebut.

“Saya minta kepada semua kepala daerah untuk terus menjaga stok barang agar tidak terjadi kenaikan harga yang diakibatkan barang dan suplainya kurang, berbagai upaya juga telah dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menjaga stok baik melalui pendataan dalam negeri, menyerap panen dalam negeri dan jika cukup kita akan lakukan swasembada pangan jika tidak cukup kita harus melakukan impor untuk menjaga stok karena kita masih menghadapi

Loading

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *