GemalampungNews. Com, Tulangbawang – bertempat di daerah rawa Pitu Tulang Bawang Petani Cocok Tanam Padi di Kampung Rawa Ragil Kecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawang (Kab. Tuba) provinsi Lampung yang mendapatkan bantuan benih padi unggul dari Pemerintah mengeluh dan merasa sangat kecewa karena ternyata setelah ditanam tidak tumbuh seperti yang dikharapkan.

Hal ini menyebabkan para petani terpaksa mencari dan membeli benih padi diluar untuk ditanam kembali di ratusan hektare sawah milik mereka sebagai pengganti agar terhindar dari gagal panen mendatang.

Menurut PN salah satu petani ketika dijumpai Tim di lahan persawahannya mengatakan, “kami sangat kecewa karena benih padi unggul bantuan pemerintah yang diberikan kepada kami ternyata tidak tumbuh sama sekali, sehingga kami terpaksa harus mencari dan membeli benih yang juga kami tidak ketahui keunggulannya sebagai pengganti untuk ditanam kembali dengan harapan nanti bisa panen” katanya kepada Tim.

Baca Juga :  BAZNAS Tulang Bawang Membagikan Zakat Ke Masyarakat Kurang Mampu

Lebih lanjut dia memaparkan bahwa benih padi unggul bantuan pemerintah melalui Gabungan Kelompok Tani/Kelompok Tani tersebut merupakan jenis tanaman padi sawah varietas Cilamaya Muncul. “Bisa dibayangkan bila masing-masing petani harus menanam kembali ratusan hektare sawah mereka bila semua diberikan benih padi yang serupa”, lanjutnya dengan nada penuh kecewa.

Namun disayangkan sampai dimuatnya berita ini Syukur ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat tidak bisa dihubungi sehingga tidak bisa dikonfirmasi. Demikian juga halnya di Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang.

Baca Juga :  Pemkab Tulangbawang Gelar Safari Ramadhan di Gedung Meneng

Akibat benih padi unggul yang diperbantukan tersebut tidak tumbuh sesuai dengan harapan, menyebabkan petani dan tentunya keuangan Negara yang telah dirugikan. Hal ini disebabkan karena bantuan benih kepada petani tersebut tidak bisa dimanfaatkan dan bantuan pemerintah menjadi sia-sia. **(Tim/Balga)

 1,112 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here