GemalampungNews.com | Pringsewu – Kepengurusan PSSI Kabupaten Pringsewu gelar kongres mendadak secara internal yang diadakan dikediaman Ketua PSSI Edi Mulyanto Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu. Kongres yang diselenggarakan tersebut untuk menyikapi dari tuntutan yang mengatasnamakan 11 Club untuk segera diadakannya Kongres PSSI, Minggu (27/5).

Kongres yang dihadiri Sekretaris serta pengurus PSSI lainnya dan diikuti 14 Club yang resmi diundang, namun hanya 2 Club yang menghadiri kongres tersebut, bahkan ada Club yang belum terdaftar atau tidak diundang secara resmi mengikuti kegiatan tersebut.

Suasana ruang kongres agak memanas dalam pembahasan untuk diadakannya pergantian kepengurusan PSSI dikarenakan selama ini fakum atau tidak ada nilai prestasi yang diraih sampai dengan saat ini, maka hal tersebut dari 14 Club yang sudah terdaftar di PSSI meminta diadakannya Kongres.

May Rahman BMC menerangkan bahwa menganggap kegiatan hari ini bukanlah kongres tahunan dari PSSI, kalau menurut aturan untuk melaksanakan Kongres tahunan harus mengumpulkan club-club yang terdaftar di PSSI, namun buktinya PSSI tidak bisa menghadirkan club-clubnya, bahkan bukan itu saja dirinya (red-rahman) menganggap PSSI tidak mempunyai anggota Club.

“Inikan acara kongres tahunan yang intinya harus diikuti anggota club-club yang terdaftar di PSSI, buktinya mereka (PSSI) tidak punya Club, nyatakan kita lihat sendiri tidak ada club-club yang hadir cuman ada dua Club saja, malah kami yang gak diundang kami datang, dan kami melihat dalam kepemimpinan PSSI yang sekarang dari prestasinya juga tidak ada kita miris melihatnya sebenarnya, kita ingin melihat dan memperbaiki bukan ingin mencari sapa yang mau menjadi pemimpinnya apa sih gunanya, sepak bola itu yang dapat duit ya pemain yang menjadi profesional dan berprestasi terlebih dahulu, kalau melihat seperti ini kedepannya harapan kami harus segera ada perubahan”keluhnya Rahman.

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2022

Marzeri Turangga Muslim S.pd sekeretaris PSSI Pringsewu saat dikonfirmasi oleh media usai kongres yang digelar dikediaman Ketua PSSI, mengatakan kalau kegiatan tersebut adalah kongres tahunan yang dihadiri 2 Club saja dari 13 Club yang terdaftar di PSSI. Lanjutnya, sedangkan untuk melakukan kongres itu sendiri ada tiga syarat PSSI untuk melangsungkan Kongres diantaranya, permintaan dari Club anggota, permintaan dari eksekutif komite dan yang terakhir dari Asosiasi PSSI provinsi Lampung yang menginstruksikan ke PSSI kabupaten Pringsewu untuk dilakukannya Kongres.

Baca Juga :  PENGURUS LPA KOTA BANDAR LAMPUNG TERBENTUK DAN SIAP BEKERJA

Saat disinggung soal statemen dari Wakil Bupati Pringsewu yang menginstruksikan Kadispora Samsir Kasim untuk segera mungkin menyelesaikan persoalan yang timbul di tubuh PSSI. Bahkan diakui oleh Sekretaris PSSI telah mendapatkan Surat disposisi dari wakil bupati yang ditujukan ke Disporapar dan KONI untuk menyelesaikan kongres, namun secara terang dirinya (Marzeri) tidak menanggapi disposisi wakil bupati tersebut.

“Benar kami mendapatkan surat disposisi dari wakil bupati yang ditujukan ke Disporapar dan KONI untuk menyelesaikan masalah kongres, enggak…enggak..saya tanggapi hal tersebut, memangnya kenapa!!, Sekalipun misalnya presiden Jokowi menginstruksikan PSSI pusat untuk menyelesaikan masalah kongres itu gak akan bisa, beda kita pak naungannya, alangkah jauhnya seorang wakil bupati memerintahkan untuk kongres PSSI, gak akan bisa, kita bergerak sesuai dengan statuta kita PSSI, statuta kita PSSI pusat turun ke propinsi ke kabupaten ke kecamatan itu semuanya sama satu statuta, karena apa wakil bupati mendapatkan surat-surat permohonan dari masing-masing Club itu tadi bahwa PSSI harus kongres”jelasnya Marzeri.(VJ)

 2,142 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here