GemalampungNews.com, Pringsewu – Rekrutmen ‎calon Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) ditingkat pekon dan kelurahan‎ pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung 2018 hanya sebagai formalitas belaka, Sebelum dinyatakan lulus oleh ‎Panitia Pengawas kecamatan (Panwascam).

Didalam proses memutuskan kelulusan tentunya Ada langkah koodinasi atara Panwascam dengan panwaskab terkait kandidat pendaftar yang bermasalah secara administrasi, disela koordinasi inilah kuat dugaan lulusnya PPL tersebut syarat titipan ‘Nama Peserta Kurung’.‎

Pasalnya, ‎calon PPL yang dinyatakan lulus, Adanya kesengajaan dalam seleksi rekrutmen yang terjadi di dua pekon. Yang lebih mengejutkan peserta pendaftar PPL, Indikasinya masih satu ikatan suami istri atau keluarganya sistem lawan bayangan.  ‎

Menurut, Salah satu calon PPL ‎Yanto, menilai perekrutan calon PPL ditingkat pekon dan kelurahan yang dilaksanakan banyak kejanggalan dilakukan Panwascam Pringsewu.

“Calon PPL di salah satu pekon ada 2 orang pendaftar masih suami istri, dan suaminya dinyatakan lulus, Bahkan ada juga mantan tim sukses pasangan calon pada Pilkada 2017 lalu yang diloloskan menjadi PPL. Sehingga, kinerja calon PPL dipertanyakan pasti tidak akan netral dalam melaksanakan tugas pengawasannya,”Ucapnya. Kamis, (4/1).

Baca Juga :  Wabup Pringsewu Berikan Bantuan Untuk Gereja Kerasulan Baru

Dirinya menilai, ‎Perekrutan calon PPL pada Pilgub 2018 yang dinyatakan lulus dilaksanakan tidak profesional dengan sengaja terpilih diduga orang-orang terdekat komisioner panwascam Pringsewu dan panwas Kabupaten Pringsewu.

“‎Jadi, yang masuk calon PPL dinyatakan lulus merupakan teman-teman terdekatnya saja. Tanpa melihat dari track recrod rekam jejaknya serta pengalam kerja,”Kata Yanto yang juga mantan PPL periode 2017.

Hal senada juga disampaikan ‎Monica Monalisa, bahwa ketidak profesional dalam proses rekrutmen pengawas pemilu lapangan (PPL) dilaksanakan Panwascam sekabupaten pringsewu tidak memiliki integritas dan kemampuan, terjegal oleh oknum yang menitipkan orang-orangnya untuk diluluskan menjadi PPL.

“Karena, ‎calon PPL yang diterima orangnya wajah baru, terkait rekam jejak pengalaman di pemilu belum pernah, kok bisa lulus (diterima). Sehingga, secara tidak langsung menunjukan dalam Perekrutan calon PPL merupakan orang-orang titipan, apalagi ada yang mantan Tim Sukses ko bisa masuk diterima,”Katanya.

Sementara itu, ‎Ketua Panitia Pengawas (Panwaskab) kabupaten ‎Pringsewu, Aziz Amriwan, M. Si saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp messenger. Dirinya meminta untuk langsung mempertanyakan persoalan dugaan titipan calon pengawas pemilu lapangan (PPL) kepada panwascam di setiap kecamatan terkait kebenarannya.

Baca Juga :  Berstatus Zona Merah, Disdik Minta Guru-guru Turut Serta Sosialisasikan Prokes ke Masyarakat

“Kalau hanya sebatas dugaan kami tidak bisa memprosesnya, silahkan konfirmasi langsung kepanwascam,”Ujarnya

Saat media ini meminta tanggapan soal mekanisme penetapan kelulusan PPL di setiap pekon dan kelurahan.

Aziz mengatakan, mekanisme pentepan kelulusan calon PPL. Sejauh pantauan kami sebagai komisioner sudah sesuai prosedur dan aturan.

“Tapi, kalau masnya, merasa ada temuan terkait penetapan diluar prosedur silahkan masukan laporan kepanwascam,”Pintanya

Lebih lanjut, Aziz Amriawan menjelaskan, Sampai sejauh ini Panwascam dan Panwaskab hanya melakukan konsultasi perserta pendaftar, selain Itu juga panwaskab tidak pernah melakukan intervensi terkait PPL yang diluluskan.

“Panwascam hanya melakukan koordinasi dan konsultasi terkait kandidat pendaftar PPL yang dianggap bermasalah, dipersyaratan administrasi. Setalah itu kami dari panwaskab serahkan sepenuhnya kepada panwascam,”.Tepisnya (rls/VJ)

 1,057 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here