BREAKING

Selasa, Februari 27, 2024
ADVERTORIALBerita IndonesiaBerita Media GlobalBERITA TERKINIHukum & KriminalHukum dan KriminalKota MetroLAMPUNGMetro

Sat Narkoba Polres Metro Polda Lampung Amankan Tiga pemuda pengedar Narkoba Jenis Sabu

METRO – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro melakukan penggrebekan sebuah rumah kost yang diduga sebagai tempat persembunyian para bandar narkoba. Hasilnya, sebanyak tiga pemuda dan 11,22 Gram sabu-sabu diamankan Polisi.

Dari informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, Polisi menggerebek sebuah rumah kost di Jalan Nuban, RT 032 RW 008 Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat pada Sabtu (25/11/2023) sekitar pukul 00.30 WIB.

Tiga pemuda tersebut diduga merupakan sindikat pemasok dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Kota Metro yang beraksi dengan modus penjualan melalui media sosial Instagram.

Ketiga pemuda yang diduga bandar narkoba jenis sabu tersebut berasal dari Kota Metro dan Bandarlampung. Masing-masing dari tersangka ialah Soni Ramadhan (20) yang merupakan warga Jalan Manunggal II, RT 003 RW 002, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur.

Kemudian Riko Saputra (25) warga Gg. Karya RT 005 Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandarlampung. Lalu Muhammad Anas Sopiyan (22) warga Gg. Murni, Jalan Darussalam, lingkungan II, RT 005 Kelurahan Langkapura Baru, Kecamatan Langkapura, Kota Bandarlampung.

Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho melalui Kasat Narkoba IPTU Hendra Abdurahman membenarkan kegiatan penangkapan yang dilakukan oleh Satnarkoba Polres Metro.

IPTU Hendra Abdurahman menjelaskan bahwa ketiga tersangka itu dibekuk tanpa perlawanan di dalam sebuah rumah kost.

Baca Juga :  Cerita Ketua PWI Tuba Menunggui Kelahiran Anak Keempat

“Hari Sabtu kami mengamankan tiga orang tersangka yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Mereka ini merupakan bandar sabu yang memasarkan narkobanya menggunakan media sosial Instagram,” kata Kasat saat dikonfirmasi Kupastuntas.co, Selasa (28/11/2023).

Saat ditangkap, ketiganya sedang asyik menyantap makan malam. Narkoba milik para bandar itu disembunyikan dalam tas milik tersangka atas nama Riko Saputra.

“Saat penangkapan, ketiga tersangka ini sedang melakukan makan malam di dalam rumah kost tersebut. Kalau narkobanya itu kami temukan didalam tas milik tersangka berinisial RS,” ungkapnya.

Saat dilakukan penggeledahan, Polisi menemukan tiga paket sabu seberat 11,22 Gram dan sejumlah bungkusan plastik klip bening kosong.

“Dalam penggeledahan itu kami menemukan tiga plastik klip bening ukuran sedang dan kecil. Yang plastik klip bening itu berisi sabu dan paket sabu siap edar, totalnya seberat 11 gram. Sedangkan yang klip bening kecil lainnya seberat 0,22 gram,” ujarnya.

Kasat menerangkan, berdasarkan hasil interogasi ketiga tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang bandar besar dengan panggilan Duka di wilayah Desa Halangan Ratu yang berbatasan antara Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran.

“Par tersangka ini mengaku ketiganya sehari-hari tidak bekerja, mereka mendapatkan sabu-sabu itu dari seorang bandar di wilayah Halangan Ratu yang disebut dengan panggilan Duka,” terangnya.

Baca Juga :  FORGA BANJOL Gelar Aksi Damai di Depan Kantor BPN Menggala

“Mereka membeli sabu-sabu seberat 11,22 gram itu untuk dijual kembali. Mereka membelinya dari Duka dengan harga Rp 11 Juta,” imbuhnya.

Kasat menerangkan bahwa peran para tersangka mengedarkan sabu khusus di dua wilayah, yaitu di Kota Metro dan Kota Bandarlampung.

“Setelah membelinya, sabu-sabu ini mereka pecah-pecah menjadi paket hemat atau paket kecil dengan harga edar Rp 200 Ribu per paketnya. Untuk wilayah peredaran jaringan ini, ada di Kota Metro dan Kota Bandarlampung,” jelasnya.

Kini Polisi tengah melakukan pendalaman terhadap ketiga tersangka yang diamankan. Satres Narkoba Polres Metro juga masih melakukan pengembangan terhadap keterlambatan orang lain dalam jaringan sindikat tiga pemuda tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman dan proses pemeriksaan terkait dengan sindikat ini. Kami juga masih melakukan pengembangan terkait dengan keterlibatannya dengan jaringan lain,” tandasnya.

Kini ketiga tersangka berikut barang buktinya diamankan di Mapolres Metro. Mereka terancam pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 Juta.

Foto : Potret ketiga tersangka berikut barang bukti sabu-sabu yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro. (Arby / Kupas Tuntas)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *