Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercaya

PESAWARAN | Anggota Komisi I DPR-RI sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Lodewijk F Paulus mengkritis  rencana Pemerintah Pusat dalam memberlakukan pajak pertambahan nilai atau PPN pada sembako.

Lodewijk mengatakan, kebijakan tersebut perlu dikaji lebih dalam karena akan memberatkan masyarakat ekonomi tidak mampu dan warung-warung kuliner.

“Mengapa harus dikaji lebih dalam, karena baru-baru ini pemerintah telah membebaskan pajak untuk kendaraan dalam rangka meningkatkan produksi otomotif, pada segmen ini diberikan keringanan sampai nol persen.Namun mengapa masyarakat kecil justru dibebani dari pajak sembako ini,” kata Lodewijk usai rapat penyerapan aspirasi masyarakat di Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga :  Wakil Walikota Metro Djohan Mengambil Formulir Pendaftaran Calon Walikota Metro

“Yang membeli mobil kan masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, itu saja diberi keringanan,” tuturnya

Dirinya,meyakini pemerintah ingin meningkatkan hasil pajak, akan tetapi, kata dia, memberlakukan pajak pada sembako yang menyentuh pada kehidupan orang tidak mampu dinilai saat ini belum tepat.

“Jika dikenakan 1% saja nantinya harga di lapangan menjadi berapa, itu yang harus dihitung, itu yang saya katakan diawal selama ini pemerintah memberikan keringanan subsidi kepada masyarakat, jangan sampai kontradiktif kepada kebijakan memberlakukan pajak sembako ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tempat Wisata dan Hiburan di Pesawaran Mulai Beroperasi Setelah Dilarang selama Lebaran

Editor : (Redaksi)

 90 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here