Jumat, Juni 14, 2024
BERITA TERKINIDaerahLAMPUNGTulang Bawang Barat

Tak Setuju Jabatan Sekda Tubaba Diperpanjang, Mantan Camat Lambu Kibang Surati Gubernur Lampung

Gemalampung.com | Fakta,Akurat Dan Terpercaya
TULANG BAWANG BARAT | Terkait wacana akan diperpanjangnya masa jabatan Herwan Sahri sebagai PPT Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang Barat (Sekdakab-Tubaba), mantan Camat Lambu Kibang surati Gubernur Lampung, Sabtu, (13/6/ 2020).
Menurut Rulaini, mantan Camat Lambu Kibang, Kabupaten Tubaba, dalam surat yang dikirimnya kepada orang nomor satu di Provinsi Lampung itu untuk meminta agar wacana perpanjangan Sekdakab Tubaba di tolak dan dicarikan ganti yang mampu untuk melaksanakan tugas selaku Pimpinan Birokrat tertinggi di kabupaten setempat.
Permintaan itu bukan tanpa alasan, sebab Rulaini menyebutkan bahwa Herwan Sahri dianggap tidak cakap dan dipandang tidak mampu untuk diperpanjang masa jabatannya untuk yang kedua kali.
“Bukan rahasia lagi, seluruh para pegawai, para kepala dinas, instansi dan jabatan yang ada di Tubaba terkotak-kotak oleh kelicikan Herwan, namun tidak ada satupun dari mereka yang berani memprotes apa-apa yang telah ia perintahkan dan harus manut dengan ketentuan yang diperintahkan. Tepatnya, Herwan lebih terkenal di Kabupaten Tubaba dengan julukan “SEKDA RAJA OLAH”, ucap Rulaini saat dihubungi via telepon, Sabtu kemarin.
Lebih lanjut, Rulaini menjabarkan bahwa dirinya pada tahun 2016, tepatnya pada bulan September yang lalu telah menjadi korban ketidakmengertiannya Sekda tersebut dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menyangkut ASN tentang pemberhentian pensiun, sehingga dia mengeluarkan SPT kepada orang lain untuk menjadi Plt Camat di Lambu kibang menggantikan dirinya.
“Sepengetahuan saya, seorang Sekda itu dia harus sudah melotok (paham) dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan Pemerintah, karena Sekda itu adalah jabatan tertinggi di kepegawaian, sebab dengan diterbitkannya SPT itu saya merasa dirugikan selama dua bulan gaji saya ditahan, karena hal itu saya harus mengurus pensiun saya sendiri ke Pusat sehingga, dana taspen yang didapat habis untuk kepengurusan SK pensiun,” bebernya.
Oleh sebab itu, Rulaini berharap agar Gubernur Lampung bisa mempertimbangkan surat yang telah disampaikannya tersebut.
“Semua yang saya sampaikan ini bukan mengada-ada dan saya siap mempertanggung jawabkannya,” pungkas Rulaini.
Penulis : (Wawan)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *