Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercaya

WAY KANAN | Dalam rangka peningkatan produktifitas kopi di Dusun 07, Kampung Gunung Katun, Kecamatan Baradatu, Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan melakukan pendampingan langsung kepada petani kopi di wilayah setempat, Kamis (24/6/21).

Sebagian besar warga Dusun 07 ini adalah petani yang mengelola kebun, baik milik sendiri maupun sistem paroan dengan pemilik kebun. Dari hasil pengamatan dilapangan rata-rata kebun kopi sudah tua dan tehnik budidaya yang masih belum baik, sehingga produksi kebun sangat rendah sekali baik kuantitas maupun kulitasnya, hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa lokasi kebun yang didalamnya tedapat tanaman kopi yang tidak terawat sesuia dengan aturan budidaya kopi robusta.

Koordinator Fasilitator Pembinaan Petani Kopi Dusun 07 Kampung Gunung Katun, Okdonanto, dibantu beberapa tenaga dari Dinas Perkebunan Way Kanan telah menunjuk secara acak petani kopi yang akan menjadi mitra binaan.

Pada Pendampingan Season 1 dibahas terkait Perkenalan, Penjelasan Maksud dan tujuan, Memotivasi petani untuk mengikuti Kegiatan pendampingan, selanjutnya melihat Lokasi kebun (pengelolaan kebun dan jenis tanam yang ada di kebun kopi) dan Memperkenalkan contoh produk kopi yang sudah berkualitas.

Baca Juga :  Keterangan Jubir Gustas Pringsewu Diragukan: Simpulkan Pasien Positif Covid-19 Bukan Transmisi Lokal

“Pendampingan merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Perkebunan agar petani di sekitar Dusun 07 Kampung Gunung Katun menjadi petani unggul dan sejahtera. Diharapkan dalam kegiatan ini petani dapat meningkat SDMnya sehingga mampu mandiri dimasa yang akan datang,” kata Okdonanto.

Kemudian Kegiatan pendampingan ini meliputi, masih kata dia, diantaranya Budidaya berkebun kopi robusta, Tehnik pemanenan dan  Tehnik pasca panen. Diharapkan dari tiga fokus kegiatan pendampingan tersebut  akan memberikan pengetahuan baru bagi petani.

Berdasarkan inventaris permasalahan yang ada, menurut Okdonanto, adalah hasil panen yang rendah, Tehnik perawatan kebun yang belum benar, Kesuburan tanah yang kurang, Biaya budidaya dan oprasional panen yang tinggi dan Harga jual rendah.

“Untuk mengatasi persoalan diatas perlu adanya sinergisitas beberapa stekholder agar memberikan dampak perubahan yang diinginkan diantaranya Pemerintah melalui Dinas Perkebunan Way Kanan turun langsung ke lapangan dengan tujuan, melakukan pengamatan langsung, mendata persoalan, transfer ilmu dalam rangka peningkatan SDM Petani dan mencarikan solusi,” pungkas dia.

Baca Juga :  Kakon Dan Perangkat Pekon Sukaratu Kembali Dipanggil Kejari Pringsewu

Dikarenakan, lanjut dia, kompleknya persoalan yang ada maka pendampingan ini akan dilakukan mulai dari fase pemeliharaan tanaman, peremajaan, pemanenan, dan pasca panen.

Langkah-langkah yang akan dilakukan, diantaranya, memberikan pembelajaran tehnik pemangkasan, memberikan pembelajaran tehnik sambung/Okulasi, memberikan pembelajaran pembuatan pupuk kompos, memberikan pembelajaran pemeliharaan kesuburan alami tanah, memberikan pembelajaran tehnik pemanenan, memberikan pembelajaran tehnik pasca panen yang baik.

Untuk melaksanakan langkah-langkah diatas memerlukan waktu yang panjang sesuai dengan kebutuhan tanaman pada masa budidaya, kegiatan tersebut dilaksakan pada bulan Mei hingga musim yang akan datang. Diharapkan konsistensi dan kebersama dengan petani akan membuahkan hasil yang nyata dimasa yang akan datang.

Editor : (Redaksi)

 66 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here