TANGGAMUS | Doni Irawan (37) warga RT. 02/RW.02 Pekon Sukabanjar Kabupaten Tanggamus datangi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Alip guna mempertanyakan status perkawinannya dengan Titin (36). Pasalnya Titin secara hukum berstatus istri yang sah, sudah menikah dengan pria lain. Sedangkan Doni merasa selama ini belum ada proses perceraian yang sah dengan istrinya, Senin (25/2).

” Secara hukum, saya masih sah sebagai suami Titin, dasarnya apa KUA menerbitkan akta nikah dengan suami yang baru, padahal tidak ada proses perceraian dengan saya, pasti ada pelanggaran secara hukum, sehinnganya Titin bis menikah lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  SUGIARTO PERTANYAKAN SK PEMBERHENTIAN SEBAGAI KEPALA PEKON TENGOR

Diruang kerjanya, Sadrin Hadi , S.Ag., kepala KUA Gunung Alip menjelaskan bahwa pada dasarnya pihak KUA menikahkan calon pengantin (cantin) sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

” Dari dokumen yang diajukan Titin Gustina, sudah memenuhi persyaratan, salah satunya adalah N 1 yang menyatakan saudari Titin adalah seorang janda cerai ditinggal mati, surat tambahannya yaitu N 6 (Surat Keterangan Kematian Suami/Isteri) juga ada, artinya persyaratan sudah terpenuhi,” jelasnya.

Jika ada dokumen yang tidak sesuai lanjut Sadrin, silahkan ke pekon yang bersangkutan “

Baca Juga :  Minimnya Pemanfaatan Kerang Laut, TP-PKK Pesisir Barat Berikan Pelatihan Keterampilan Kerajinan

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi kepala pekon Sukabanjar sedang tidak ada ditempat, awak media hanya ditemui oleh sekretaris Pekon Sukabanjar Amayani, namun justru fakta mengejutkan yang diakui oleh Amayani bahwa N6 yang diterbitkan dengan cara memalsukan tanda tangan kepala pekon.

“Saya hanya berniat membantu untuk mempermudah warga saya yang hendak menikah, soal N6 saya akui, tanda tangan kepala pekon saya yang menandatangani.” bantahnya.(red).

 4,170 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here