Kamis, Mei 23, 2024
BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

Wakil Bupati Pringsewu Resmikan Gedung Pojok Active Pekon Pandansari Selatan

Gemalampung.com | Fakta,Akurat Dan Terpercaya
PRINGSEWU | Dengan keberadaan Pojok Active di harapkan bisa mengurangi intensitas anak bermain gadget, demikian dikatakan oleh Wabup Pringsewu Fauzi saat meresmikan Gedung Pojok Active yang berada di Pekon Pandan Sari Selatan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan Pojok Active ini salah satunya untuk mengalihkan pengaruh negatif dari penggunaaan gadget atau hape.
“Mengurangi kecanduan gadget salah satunya dengan bermain, dan ada kegiatan lain seperti ibadah, kawan2 NGO ini mengarahkan pengurangan intensitas bermain gadget dengan suatu kegiatan. Ini salah satu strategi yang baik untuk kita tiru untuk membina anak-anak kita,” kata Fauzi saat memberikan peresmian Gedung Pojok Active, Jumat (22/11/2019).
Menurut Fauzi, pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapat gelar saja, tapi juga memeprluas pengetahuan dan menyerap ilmu tetang kehidupan karena belajar yang paling baik itu belajar di alam.
“Ayo kita jadikan pojok active ini kebanggaan, ingeat ini cuma 3 di kabupaten Pringsewu, bahwa pemerintah Pekon Pandansari Selatan memperhatikan kebutuhan anak, kretaivitas anak-anak, bernama pojok active. Jadikan ini kebanggaan kita semua,” imbaunya.
Gedung Pojok active merupakan bantuan dari Child Fund Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan Pembinaan Sosial Katholik dan Lembaga Dana Atmaja (YPSK-LDK).
Ada beberapa kegiatan yang digagas oleh PABM Garasi salah satunya adalah pasar edukasi (paswitan) yang didalamnya ada empat pojok, yaitu pojok hasta karya, pojok pensi, pojok permainan tradisional, pojok jajanan tradisional.
Rentannya kasus kekerasan terhadap anak, memunculkan gerakan pemerhati anak, salah satunya adalah Pemerhati Anak Berbasis Masyarakat (PABM) GARASI ( Gerakan Anak Remaja Aktif, Semangat, dan Inovatif) yang ada di Pekon Pandansari Selatan.
Sudah tiga tahun para fasilitator Pekon/desa setempat mendapatkan binaan program dari Child Fund Indonesia dan YPSK-LDA. Selain itu ada dua pekon juga yang merupakan binaan mereka di Kabupaten Pringsewu, yaitu, Pekon Mataram yang ada di Kecamatan Gadingrejo dan Pekon Tanjung Anom yang ada di Kecamatan Ambawara.
Selain Wabup Pringsewu, tampak hadir juga Kepala Dinas P3AP2KB Nazri, Camat Sukoharjo Ediyanto, Kepala Pekon Pandan Sari Selatan Ngadiran, serta tim dari Child Fund, dan juga tim dari YPSK-LDA.
Sebelum peresmian, Wabup didampingi Kepala Dinas P3AP2KB memberikan bantuan buku serta mainan tradisional untuk PABM Garasi.
Kakon Pandansari Selatan Ngadiran mengucapkan terima kasih atas support yang diberikan oleh pemerintah daerah, dan juga kepada dua NGO yang konsen terhadap masalah anak.
“Tahun ini adalah kontrak tahun terakhir Pekon Pandansari Selatan dengan Child Fund Internasional perwakilan Indonesia dan YPSK-LDA, yang mana pada tahun ini kami mendapatkan bantuan gedung. Atas ini kami mengucapakan terima kasih. Berkat kerjasam tersebut dari situlah terbentuk pemerhati anak berbasis masyarakat. Karena harapan kedepan anak-anak aktif dapat bermanfaat,” ujar Ngadiran.
Laporan ketua pelaksana, Ketua PABM Garasi, Syarif Waluyo yang juga merupakan fasilitator mengatakan pada tahun ketiga ini, Training of Fasilitator (ToF) yang mereka ikuti berbeda dengan dua tahun sebelumnya.
“Karena di ToF tahun ketiga adalah tahun penetapan dan pemantapan fasilitator-fasilitator di Pandansari Selatan.
Dan kami diberi amanah, dari Child Fund Korea, yang harus kami jaga dan kami kembangkan, dan kami mendapatkn satu bangunan yang berupa gedung pojok active beserta isi. Dan kami juga telah mendapat kunjungan dari Child Fund Indonesia dan Korea, yang selama ini mendukung kami, dalam proses pendidikan, kecakapan khusus dan literasi keuangan,” ujar Syarif.
Lanjut Syarif, pada tahun ketiga ini mereka membentuk PABM, dengan nama garasi. Yang telah disahkan oleh Kakon setempat, dengan tujuan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak berbasis masyarakat.
“PABM Garasi adalah wadah dimana kami harus menaungi anak-anak dari pengaruh negatif yang akan merusak jiwa dan mental generasi muda serta menjadikan anak-anak yang ada di Pandansari Selatan tidak mendapatkan kerasan, berupa kekerasan fisik, bullying, pelecehan seksual dan pernikahan dini,” tandasnya. (BM)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *