Gemalampung.com, Lampung Timur – Keluarga korban serangan babi liar Atau hutan Taman Nasional Way Kambas di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur yang terjadi pada Minggu (23/4) berharap bantuan pengobatan dari pihak TNWK setempat.

Ketua RT 29 Dusun 8 Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, Baba Yahya di desanya, Senin mengatakan korban Sudirman (45) atau biasa dipanggil Suti yang menjadi korban serangan babi liar hutan TNWK masih dirawat di Rumah Sakit Ahmat Yani Kota Metro. Sudirman dirawat sejak Minggu (23/4) pascakejadian serangan babi hutan itu.

“Keluarga korban berharap bantuan pengobatan dari pihak Taman Nasional Way Kambas karena babi hutan ini asalnya dari Way Kambas, ” ujar dia.

Menurut Baba yang masih kerabat korban, Sudirman atau Suti ini menderita luka sangat parah. Jempol kaki kirinya hampir putus dan tiga jari tangan kirinya juga terluka cukup dalam akibat digigit babi hutan tersebut. Baba berharap lewat media ini pihak TNWK ikut membantu biaya pengobatan korban.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Metro Johan Membuka Bimbingan Teknik DDDTLH

“Pihak keluarga sangat berharap korban bisa dibantu TNWK, ” harapnya.

Kepala TNWK Lampung Ir Subakir saat dimintai tanggapannya tentang permohonan bantuan pengobatan keluarga korban meminta keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Balai TNWK. Tapi dia tidak menjamin keluarga korban akan mendapat bantuan dari TNWK.

Subakir malah mengaku tidak mengetahui jika telah terjadi serangan babi hutan liar TNWK kepada warga Desa Margasari.

“Saya malah tidak tahu ada kejadian babi hutan menyerang warga Desa Margasari tapi nanti saya akan cek ke anak buah saya, ” ujar dia.

Sebelumnya seekor babi hutan liar menyerang sejumlah warga di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Minggu (23/4).

Akibat serangan babi liar ini satu orang warga dikabarkan terluka.

“Kami tidak tahu babi liar datang dari mana karena tiba-tiba sudah ada di permukiman warga dan langsung menyerang warga,” kata Baba Yahya, Ketua RT 29 Dusun 8, Desa Margasari.

Dia menuturkan serangan babi hutan itu terjadi pada pukul 17.00 WIB. Menurut dia, warga setempat bernama Suti terluka pada bagian tangan dan kakinya akibat serangan babi hutan itu.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Djunaidi Buka Pekan Standar Nasional Pembayaran Digital Tahun 2020

“Suti diserang pada bagian tangan dan kaki, jempol kakinya hampir putus karena gigitan babi liar itu,” kata Baba Yahya lagi.

Selain Suti, kata dia pula, warga lainnya bernama Supu pun diserang babi hutan itu, tapi beruntung Supu tidak terluka akibat serangan babi hutan yang masuk ke permukiman warga ini.

“Korban Suti sekarang sudah dibawa ke rumah sakit untuk diobati karena lukanya cukup parah, jempol kaki kirinya hampir putus dan dikhawatirkan terkena rabies,” ujar dia lagi.

Babi hutan itu kemudian ditangkap berramai-ramai oleh warga dan dibunuh karena dikhawatirkan bisa melukai warga lainnya. Warga setempat memperkirakan kemunculan babi hutan itu berasal dari hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), mengingat desa ini berbatasan dengan hutan TNWK, hanya dipisahkan aliran Sungai Way Penet.(dbs/alc)

 1,453 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here