GemalampungNews.com, Pringsewu – Sudah menjadi kewajiban bagi kepala pekon sebagai pimpinan tertinggi ditingkat pekon untuk dapat bijak dalam pengelolaan Dana Desa (DD), Dalam pengelolaannya harus benar-benar tepat sasaran bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Dan tak kalah pentingnya adalah persoalan tranparansi dan juga keterlibatan masyarakat pekon dalam pengelolaannya dengan harapan hasil dari pembangunan yang bersumber dari APBN jauh lebih berkualitas sehingga azas manfaatnya bisa lebih lama dinikmati masyarakat. Namun masih ada saja oknum kepala pekon bersama perangkatnya yang berani kucing-kucingan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi.

Seperti di pekon Lugusari kecamatan Pagelaran kabupaten Pringsewu. Salah satu program kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pekon tersebut diduga asal jadi dan tidak begitu memperhatikan mutu kwalitasnya, seperti yang terjadi pada Kegiatan Pembangunan jalan lingkungan jenis onderlagh atau Telford sepanjang 811 meter terbagi dalam dua titik di dusun Ngadirejo dengan nilai  alokasi dana berkisar Rp.195.181.000,- yang bersumber dari Dana Desa Tahap 1 Tahun 2017 dikerjakan terkesan asal jadi, meskipun pekerjaan tersebut turut memperkerjakan masyarakat namun hasilnya patut dipertanyakan. Pengakuan salah satu warga dusun Ngadirejo Misafiah sungguh mengejutkan pasalnya disamping mengungkap bobroknya sistem dan hasil pekerjaan yang belum lama selesai dikerjakan dengan keadaan pasangan fisiknya sudah acak-acakan, juga disesalkan hasil dari pekerjaan tersebut tidak begitu memperhatikan mutu kualitasnya, yang tadinya bisa bertahan sampai tahunan bahkan masih seumur jagung saja sudah terlihat kerusakan.

Baca Juga :  Bupati Pesisir Barat Narasumber Dalam Seminar di Universitas Saburai

” saya memang melihat waktu pelaksanaan pembangunan jalan ini, belum sih perkiraan baru dua bulan lebih jalan ini selesai dikerjakan, tapi lihat aja sendiri mas kondisinya sekarang kualitasnya jelek, dimana pasangan batunya saja sudah tabur semua, memang di Wales mas tapi kenyataannya sekarang sudah rusak ” Keluhnya

Dari pantauan awak media ini, tidak berlebihan jika warga mengeluhkan kwalitas pembangunan jalan Onderlag sepanjang Kurang lebih 811 M ini, dan terindikasi pengerjaan tidak mengacu pada Besik teknis (Bestek) sehingga terkesan pengerjaanya asal jadi. Seperti Material batu belah yang digunakan tidak beraturan mengikuti standar pada jenis pekerjaan pembangunan jalan Onderlag, seperti batu ukuran untuk pasangan pondasi tidak dipecah terlebih dahulu untuk penyesuaian ukuran, yang seharusnya ukuran batu 5/7 untuk pasangan Onderlag, tetapi dipasang begitu apa adanya saja, bahkan menurut pengakuan warga setempat sebelum pemasangan batunya tidak ada hamparan pasir terlebih dahulu, terlihat juga dilokasi pada pasangan batu belah sisi kanan kiri jalan tersebut sudah keluar dari susunannya, hal tersebut dimungkinkan saat pemasangan batu untuk pengunci sisi kanan kiri tidak digali terlebih dahulu bahkan terlihat kurangnya pemadatan, sudah dipastikan saat jalan dilintasi kendaraan mubil pasangan batu akan bertaburan atau terpisah dari pasangan.

Baca Juga :  Bupati Pringsewu Serahkan 73 Sertifikat Tenaga Konstruksi

Kepala pekon Lugusari Sarjono saat dikonfirmasi dikantor pekon sedang tidak ada ditempat dan yang bisa ditemui Sekretaris Desa (sekdes) Wagiman Rabu (6/12), mengungkapan terkait dengan pembangunan jalan Onderlag terkesan menutupi informasi soal pembangunan onderlagh tersebut. Dengan alasan bahwa pekerjaan sepenuhnya diserahkan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), parahnya lagi yang menjabat TPK bukan dari Kaur Pembangunan malah sebaliknya yang menjabat TPK dari Kaur Kesra Haryanto, bahkan secara teknis dilapangan pun sekdes Lugusari tidak begitu mengetahui.

” untuk jumlah total meternya ada sekitar 811 meter terbagi menjadi 4 titik lokasi, soal total anggaran karena dijadikan satu paket berkisar 195 juta, kalau secara teknis pelaksanaan pekerjaan dilapangan apakah di Wales apa tidak saya kurang tahu, karena yang mengatasi urusan pekerjaan untuk DD pada bidang pembangunan Haryanto kaur kesra” kilahnya.

saat ditanyakan TPK untuk dimintai keterangan terkait tehnis pelaksanaannya kepada sekdes jawabnya juga seperti menutupi keberadaannya bahkan diminta kontak person dari TPK pun tidak diberitahu.

Sayangnya Kepala Pekon Lugusari Sarjono saat akan dikonfirmasi oleh awak media ini sampai ditempat kediamanya, kakon sedang tidak ada ditempat.(VJ)

 1,507 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here