BREAKING

Rabu, April 24, 2024
Tanggamus

Warga Pugung Lestarikan Budaya Gitar Tunggal Sebagai Budaya Asli Lampung

Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercaya

TANGGAMUS | Melestarikan adat budaya Lampung, masyarakat Kecamatan Pugung masih cinta budaya asli Lampung, salah satunya gitar tunggal dalam rangka meriahkan acara hajatan seperti pada acara khitanan Muhammad Dzikri putra Anton dan Elizabet warga Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, yang dilaksanakan pada minggu malam (21/05/22).

Gitar Tunggal yang dilaksanakan sebelum Hari H acara hitanan yang disambut sangat antusias segenap warga Pugung, dimeriahkan oleh artis lampung Erwinardo dan kawan-kawan, serta khusus artis pugung Heri, memeriahkan khitanan putra pertama dari bapak Anton dan Elizabet Muhammad Dzikri, yang beralamat digank pelita Pekon Banjar agung udik

Baca Juga :  Selisih Faham Sesama Jurnalis, Polsek Pugung Lakukan Upaya Perdamaian

Kepala Pekon Banjar agung udik H.Yuhendri mengatakan acara gitar tunggal ini sangat bagus mendidik generasi muda agar cinta budaya daerah sendiri, juga lebih mengenal adat budaya khas lampung khususnya adat Lampung Pupadun yaitu Lampung Pubian, artinya melestarikan budaya asli Lampung.

Selain H.Yuhendri juga sangat menyambut positif acara gitar tunggal seperti ini, selain hiburan warga pugung juga sebagai pendidikan bagi generasi muda sebagai langkah awal agar cinta adat dan budaya yang tentunya diharapkan acara adat asli lampung senantiasa bisa lestari, karena generasi muda senantiasa tertanam cinta budaya sendiri, disaat adat dan budaya kita mulai pudar diera zaman semakin maju tentunya budaya asing juga sudah dikenal generasi muda kita.

Baca Juga :  Pelaku Curanmor dan Dua Penadahnya Dibekuk Polsek Talang Padang

Salah satu tokoh pemuda Pekon Banjar agung udik, Irawan,SE saat diacara juga menanggapi acara adat dan budaya lokal asli lampung harus terus dipertahankan agar lestari, juga ditanamkan pada anak-anak kita sebagai generasi penerus senantiasa mencinta adat dan budaya asli kita lampung.

“Cinta adat dan budaya agar senentiasa lestari generasi muda harus senantiasa tertanam agar cinta budaya lokal,” terangnya.

Editor : (Redaksi)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *