PRINGSEWU – Berpotensi jadi sumbu “ketidaksolidan” dan “keharmonisan”, pergantian personil sekretaris DPD KNPI Pringsewu dari Darma Winanda (Alumni PMII Pringsewu) kepada Taufik (orang dalam circel Graha Pamungkas) masih menyisihkan gejolak dan bom waktu.
Gejolak muncul sebagai akibat dari adanya intervensi hingga berbuah ancaman “boikot” dari organisasi ekstra kampus (PC PMII dan PC HMI Pringsewu – red).
Sementara, komposisi personalia dalam jajaran struktur DPD KNPI Pringsewu, jauh hari sebelumnya sudah disepakati bersama elemen organ kemahasiswaan yang ada, sebagaimana hasil Musda KNPI Pringsewu sebelumnya.
“Potensi dari ledakan bom waktu ini gak boleh dianggap remeh. Sebab, ini bisa jadi pemicu dari ketidaksoliditan jajaran pengurus KNPI Pringsewu kedepan”, ucap Syaiful, Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu, menanggapi dinamika yang tengah terjadi di tubuh DPD KNPI Pringsewu, usai pelantikan, Sabtu (30/08/2025).
Menurut Syaiful, potensi gerakan dan aksi keluar dari “barisan” yang bakal tejadi, seyogyanya harus bisa dijembatani dan diselesaikan dengan baik, hingganya bisa clear and clean.
“Kepentingan siapa sebenarnya yang sedang disusupkan lewat jalur KNPI Pringsewu ini ?”, tandas Syaiful.
Menurut Syaiful, sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), KNPI harus memiliki sikap independen dan terbebas dari kepentingan kelompok (interest group).
“KNPI juga harus menjadi mitra kritis pemerintah dan tidak boleh terjebak pada sikap pragmatisme. Harapannya, ketegangan yang terjadi bisa segera diselesaikan”, imbuh Syaiful. (Red)