Pringsewu – Tingginya kasus pencabulan terhadap anak dan inses di Kabupaten Pringsewu menjadi alarm serius bagi kepolisian. Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menegaskan, penurunan tindak pidana asusila anak ditetapkan sebagai misi prioritas utama Polres Pringsewu tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolres sebagai bagian dari tiga agenda strategis kepemimpinannya, selain pengamanan Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perbaikan citra keamanan.
“Kasus pencabulan terhadap anak, termasuk inses, adalah kejahatan luar biasa yang dampaknya panjang dan merusak masa depan korban. Ini menjadi fokus utama kami,” tegas AKBP Yunnus Saputra dalam rilis Humas Polres Pringsewu, Minggu (25/1/2026).
Kapolres menegaskan, penanganan kejahatan seksual terhadap anak tidak cukup hanya dengan penindakan hukum. Polres Pringsewu akan mengedepankan pendekatan menyeluruh, mulai dari pencegahan, edukasi, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Kami memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, dunia pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa mayoritas kasus kekerasan seksual terhadap anak justru dilakukan oleh orang-orang terdekat korban, seperti ayah tiri, paman, atau kerabat lainnya. Karena itu, peran keluarga dan lingkungan sangat krusial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peka dan berani melapor. Jangan takut. Identitas korban akan dilindungi dan setiap laporan kami tangani secara profesional,” tambahnya.
Selain fokus pada perlindungan anak, Kapolres memastikan Polres Pringsewu siap mengamankan seluruh tahapan Pilkakon agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif, tanpa gangguan kamtibmas yang dapat mencederai proses demokrasi di tingkat pekon.
Terkait misi ketiga, AKBP Yunnus menilai stabilitas keamanan menjadi kunci penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Penurunan angka kriminalitas diharapkan mampu mengikis stigma negatif terhadap Pringsewu dan Provinsi Lampung sebagai daerah rawan kejahatan.
“Keamanan yang terjaga akan menumbuhkan kepercayaan publik dan investor. Jika daerah aman, ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh,” tandasnya.
Polres Pringsewu menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan keamanan, perlindungan anak, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Rilis/Red)

