Tanggamus – Proyek penguatan tebing sungai di Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, yang diduga merupakan pekerjaan milik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025, kini menuai sorotan warga.
Pasalnya, proyek yang seharusnya rampung pada akhir Desember 2025 itu, hingga Selasa (27/01/2026) berdasarkan pantauan di lokasi, diduga masih jauh dari selesai. Kondisi fisik pekerjaan bahkan tampak amburadul, dengan sejumlah bagian pondasi yang terlihat menggantung hanya dalam hitungan hari setelah pemasangan.
Tak hanya itu, proyek ini juga diduga minim transparansi, karena sejak awal pengerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi. Padahal, papan tersebut seharusnya memuat jenis pekerjaan, sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, hingga pihak yang bertanggung jawab.
Sejumlah warga setempat menyebut pekerjaan dilakukan tidak sesuai standar. Salah satunya Aris, warga yang mengaku ikut terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut.
“Yang kerja kebanyakan dari Teluk dan Salapan, warga sini cuma beberapa orang,” ujar Aris.
Ia menjelaskan, sejak pondasi awal, pekerjaan diduga dilakukan tanpa adukan dasar yang semestinya.
“Dari pondasi awal tidak pakai adukan dasar. Batu cuma disusun lalu disiram pasir, bagian atas baru dikasih adukan semen,” ungkapnya.
Menurut Aris, pemasangan batu pada dinding juga dinilai hanya “tutup muka”, karena batu diduga hanya disusun dan bagian luar ditutup adukan.
“Lihat aja, di beberapa titik dalam hitungan hari pondasi terlihat tergantung. Itu menandakan kualitasnya buruk,” tegasnya.
Upah Buruh dan Utang Warung Diduga Belum Dibayar
Ironisnya, persoalan proyek ini tidak hanya menyisakan masalah fisik bangunan. Warga juga mengeluhkan hak pekerja yang belum dibayar, serta utang konsumsi dan warung kecil yang disebut masih menumpuk.
Aris menyayangkan upah pekerja yang hingga kini belum tuntas dibayarkan.
“Upah banyak yang belum dibayar. Yang kasihan itu Bu Nuripah, yang nanggung makan para tukang. Kalau ditotal bisa puluhan juta belum dibayar,” katanya.
Tak hanya itu, ia menyebut sejumlah warung kecil di sekitar lokasi juga ikut terdampak karena banyak pembelian yang masih berutang.
“Warung-warung kecil di sini banyak yang dihutang belum dibayar. Info-nya hampir seratus juta lebih material juga belum dibayar,” lanjutnya.
Aris juga menyebut aktivitas pekerjaan sudah berhenti.
“Sudah hampir seminggu ini nggak ada lagi yang kerja. Tukangnya sudah pada pulang, nggak ada lagi di lokasi,” ujarnya.
Berdasarkan sumber data yang dihimpun dari sirup.lkpp.go.id, proyek penguatan tebing sungai di Pekon Gunung Kasih tersebut tercatat sebagai paket milik Dinas PSDA Provinsi Lampung dengan pagu anggaran Rp2.250.000.000 untuk TA 2025.
Spesifikasi pekerjaan meliputi penguatan tebing sungai, pekerjaan tanah, serta pekerjaan pasangan.
Namun, kondisi di lapangan yang diduga terbengkalai dan tidak sesuai spesifikasi menimbulkan pertanyaan warga, ke mana pengawasan proyek berjalan selama ini.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ardian, yang diketahui sebagai pengawas lapangan, belum memberikan keterangan terkait dugaan pekerjaan yang tidak rampung, kualitas pengerjaan, hingga keluhan warga mengenai pembayaran upah dan material.
Hingga kini, masyarakat berharap proyek tersebut segera diselesaikan dan persoalan yang timbul akibat pengerjaan proyek tidak berlarut-larut. (Subhan)

