Petani Padi Kota Agung Merintih, Harapan Panen Pupus Dihantam Hama Wereng

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Tanggamus

Tanggamus — Tangis petani padi di wilayah Kota Agung, Kabupaten Tanggamus pecah. Harapan panen yang selama ini dinanti untuk menopang kebutuhan keluarga, terlebih menjelang bulan suci Ramadan, kini terancam lenyap. Tanaman padi mereka gagal panen akibat serangan hama wereng yang menyebar cepat di area persawahan.

Salah satu petani padi sawah di Pekon Penanggungan, Agung, menuturkan serangan wereng mulai terjadi sekitar 10 hari terakhir. Meski sudah melakukan berbagai upaya penyelamatan, kondisi tanaman tak kunjung membaik.

“Sudah kami upayakan semaksimal mungkin, tapi tetap tidak berhasil. Padi banyak yang rusak,” ujar Agung, Rabu (28/1/2026).

Serangan wereng ini bukan sekadar ancaman biasa. Dalam waktu singkat, hama tersebut mampu menghabiskan tanaman dan membuat batang padi menguning, kering, hingga mati sebelum masa panen.

Menindaklanjuti laporan petani, Firman Malik, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kota Agung, langsung turun ke lokasi persawahan yang terdampak. Ia menyebut akan segera berkoordinasi dengan pemerintah dan dinas terkait untuk mencari langkah cepat agar serangan tidak meluas.

“Kami sudah cek langsung di lapangan. Ini harus segera ditangani supaya tidak menyebar ke sawah lainnya,” kata Firman Malik.

Di tempat terpisah, petani lainnya, Arbi, juga mengaku sawah miliknya ikut terserang. Namun ia masih berupaya mempertahankan tanaman yang tersisa dengan cara penyemprotan rutin.

“Saya lakukan penyemprotan sampai tiga kali dalam seminggu, supaya tidak tambah parah,” ungkap Arbi.

Para petani menilai kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena bukan hanya mengancam hasil panen, namun juga berdampak langsung pada ekonomi keluarga. Mereka berharap dinas terkait segera turun tangan dengan tindakan nyata, bukan sekadar pendataan.

Petani padi di Pekon Penanggungan mendesak adanya langkah pencegahan serius agar sawah yang belum terserang tidak ikut menjadi korban.

“Kami berharap ada solusi terbaik dari dinas terkait. Jangan sampai semua sawah kena, karena petani bisa benar-benar rugi besar,” harap salah satu petani.

Kini para petani hanya bisa berharap penanganan cepat dilakukan sebelum hama wereng makin meluas dan menghancurkan harapan panen petani di wilayah Kota Agung. (wan)