Hujan Deras, Jalinsum Pringsewu Lumpuh, Genangan 40 Cm, Kendaraan Mogok Berjajar

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Pringsewu

Pringsewu – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis (12/2/2026) siang, kembali memperlihatkan rapuhnya sistem drainase di jalur vital Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinsum). Genangan air setinggi lebih dari 40 sentimeter merendam badan jalan di sejumlah titik, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan memicu kemacetan panjang.

Dua titik terparah berada di sekitar simpang empat Pasar Induk Pringsewu dan simpang Hotel Urban. Di lokasi tersebut, kendaraan dari dua arah terpaksa berhenti karena genangan terlalu dalam untuk diterobos. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang nekat melintas justru berakhir mogok dan harus didorong oleh pengendara serta warga sekitar.

Kondisi ini memaksa Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pringsewu melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif. Arus dari arah Kota Agung dan Sukoharjo menuju Bandar Lampung dialihkan melalui Simpang Lima – Podomoro – tembus Simpang Pusri. Sementara jalur lain dialihkan melalui Jalan Kesehatan, Simpang SMK YPT, hingga tembus ke Simpang Hotel Urban.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Bandar Lampung menuju Pringsewu dan Kota Agung diarahkan melalui Simpang Terminal yang tembus ke simpang empat Pasar Induk Pringsewu.

Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, mengungkapkan bahwa genangan air terjadi akibat saluran irigasi yang tidak mampu menampung debit air hujan yang meningkat tajam.

“Debit air hujan tinggi sehingga saluran meluap dan menggenangi badan jalan. Ketinggian air diperkirakan lebih dari 40 sentimeter,” ujar Kadek saat dikonfirmasi.

Menurutnya, banyak pengendara memilih menghentikan laju kendaraan demi menghindari risiko mogok di tengah genangan. Pihak kepolisian pun menurunkan personel di sejumlah titik rawan untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan aman dan lancar.

Seiring hujan mulai mereda, genangan air berangsur surut. Kendaraan roda empat ke atas mulai bisa melintas dengan kecepatan terbatas. Namun pengendara sepeda motor masih memilih jalur alternatif karena kondisi jalan dinilai belum sepenuhnya aman.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan klasik infrastruktur drainase di jalur utama Pringsewu yang kerap tergenang setiap hujan lebat. Hingga kini, belum terlihat langkah konkret untuk penanganan jangka panjang, meski Jalinsum merupakan urat nadi transportasi lintas kabupaten dan provinsi.

Kadek mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat berkendara di tengah cuaca ekstrem serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (Redaksi)