Pringsewu – Aparat gabungan dari Polres Pringsewu dan Polsek Pringsewu Kota menggelar patroli skala besar selama Ramadan, Minggu (22/2/2026) dini hari. Hasilnya, sebanyak 14 remaja dan satu pria dewasa diamankan dari berbagai lokasi karena diduga terlibat aktivitas yang berpotensi melanggar hukum dan mengganggu ketertiban umum.
Patroli yang berlangsung sejak pukul 01.00 WIB hingga 06.30 WIB diawali dengan pembubaran aksi perang sarung di Jalan Kejaksaan, wilayah Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu. Sebanyak 12 remaja diamankan di lokasi tersebut. Petugas juga menyita 11 unit sepeda motor serta tiga sarung yang telah dimodifikasi dengan simpul dan pemberat, yang diduga akan digunakan sebagai alat dalam aksi berbahaya.
Dalam razia lanjutan, polisi mengamankan seorang pria berinisial A (22) yang kedapatan membawa 51 butir pil tramadol tanpa izin resmi. Obat keras tersebut langsung diamankan, sementara pelaku diserahkan ke Satresnarkoba untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Patroli juga menyasar sejumlah titik rawan perang petasan. Di Lapangan Mars, Pringsewu Selatan, petugas mengamankan seorang remaja yang membawa kembang api berukuran besar. Satu remaja lainnya diamankan di jalan perbatasan Pekon Podomoro dan Pringsewu Utara dengan barang bukti serupa.
Seluruh remaja yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolsek Pringsewu Kota untuk didata dan diberikan pembinaan. Orang tua serta aparatur pekon turut dipanggil dalam proses tersebut. Setelah pembinaan, 14 remaja dikembalikan kepada keluarga masing-masing, sementara barang bukti seperti kendaraan dan sarung modifikasi tetap diamankan sebagai efek jera.
Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, mengatakan patroli ini merupakan langkah preventif menghadapi meningkatnya potensi kenakalan remaja selama Ramadan.
“Perang sarung dan perang petasan bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berisiko menimbulkan korban luka dan konsekuensi hukum. Kami mengimbau masyarakat, khususnya remaja, untuk tidak terlibat dalam aktivitas berbahaya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari. Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi kunci utama mencegah remaja terjerumus dalam perilaku negatif.
Pihak kepolisian memastikan patroli preemtif dan preventif akan terus ditingkatkan selama Ramadan. Polisi juga menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. (Red)

