Audiensi Fatayat NU, Kapolres Pringsewu Soroti Pentingnya Pendampingan Profesional bagi Korban Kekerasan

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Pringsewu

Pringsewu| Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus menekankan agar lembaga-lembaga yang melakukan pendampingan kasus kekerasan pada anak dan perempuan memiliki background yang kompeten.  Demikian dikatakan Yunnus saat menerima audiensi dari PC Fatayat NU Pringsewu, Rabu (7/1/2026).

‎”Tapi saya minta juga ini ya dengan sangat hormat ya. Jangan sampai melibatkan orang-orang yang tidak berkompeten gitu, ” kata Yunnus.

‎Yunnus juga meminta agar Fatayat bisa merekrut eks korban kekerasan seksual supaya bisa direkrut Fatayat.

‎”Kalau bisa, ya itu tadi minta data ke Kanit PPA.  Siapa-siapa penyintas yang survive. Yang bisa direkrut sebagai anggota. Itu malah akan powerful gitu. Jadi gak cuma pakai seragam-seragam doang. Tapi memang hadirnya itu ada dampak. Input, output, outcome gitu, ” lanjutnya.

‎Yunnus juga menyambut baik kedatangan sahabat-sahabat dari Fatayat NU, dan berharap pendampingan juga tetap dilakukan hingga psikologi korban membaik.

‎” Untuk korban-korban anak maupun perempuan yang tidak ada pendampingan bisa kontak tim LKP3A Pringsewu, ” tambah dia.

‎Kesempatan tersebut Ketua PC Fatayat Pringsewu Siti Aisah juga memperkenalkan keberadaan salah satu badan otonom Fatayat NU yang bergerak di bidang pendampingan dan konsultasi kaitan kekerasan pada perempuan dan anak yakni LKP3A.

‎” Berkaitan dengan itu, di Pringsewu angka kekerasan seksual cukup tinggi, sebisa mungkin ada hal yang bisa di kolaborasikan dengan Polres.   Harapannya ketika nanti ada teman-teman LKP3A  yang turun mendampingkan korban mungkin kami bisa difasilitasi gitu jadi permudah, ” ungkap Siti Aisah didampingi jajaran Pengurus LKP3A. (*)