Bukan Belajar, Siswa SMP di Pugung Diduga Disuruh Mengaduk Semen Perbaiki Gedung Sekolah

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Tanggamus

Tanggamus – Sebuah video berdurasi 1 menit 16 detik yang memperlihatkan sejumlah siswa melakukan pekerjaan layaknya tukang bangunan di lingkungan sekolah viral di media sosial. Video tersebut diduga direkam di SMP Satu Atap 1 Pugung, yang berada di Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Dalam rekaman yang beredar, tampak beberapa siswa yang masih mengenakan seragam sekolah melakukan aktivitas pertukangan, mulai dari mengaduk campuran semen hingga membantu pengerjaan pasangan bangunan di area sekolah.

Pekerjaan tersebut diduga berkaitan dengan proses perapihan bangunan sekolah, termasuk pemasangan nomenklatur atau prasasti serta pemasangan lantai di bagian depan gedung sekolah yang baru saja selesai dibangun.

Ironisnya, pekerjaan yang semestinya dilakukan oleh tenaga tukang profesional justru terlihat dikerjakan oleh para siswa yang masih berstatus pelajar tingkat SMP. Dalam video itu juga terlihat para siswa bekerja tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan kerja, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan mereka.

Informasi yang beredar menyebutkan, video tersebut diduga direkam oleh salah satu guru di sekolah setempat saat kegiatan pengerjaan berlangsung.

Beredarnya video ini langsung memicu sorotan publik. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak pantas terjadi di lingkungan pendidikan karena berpotensi melanggar prinsip perlindungan anak dalam dunia sekolah.

Sekolah seharusnya menjadi tempat bagi siswa untuk belajar, mendapatkan pendidikan, serta pembinaan karakter, bukan justru dilibatkan dalam pekerjaan fisik yang berisiko dan bukan bagian dari proses pembelajaran formal.

Jika dugaan pelibatan siswa dalam pekerjaan konstruksi ini benar terjadi, tindakan tersebut dinilai dapat dikategorikan sebagai kelalaian sekaligus bentuk penyalahgunaan kewenangan oleh pihak sekolah, karena memanfaatkan tenaga siswa untuk pekerjaan yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan pendidikan.

Selain berpotensi membahayakan keselamatan siswa, praktik semacam ini juga dianggap mencederai hak anak untuk memperoleh lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak.

Hingga berita ini diturunkan, Dwi Kustoro, selaku Kepala SMP Satu Atap 1 Pugung, belum memberikan keterangan resmi meskipun pihak redaksi telah melayangkan permintaan konfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Publik pun mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus agar segera turun tangan melakukan klarifikasi dan investigasi guna memastikan apakah benar terjadi pelibatan siswa dalam pekerjaan konstruksi yang semestinya bukan menjadi tanggung jawab mereka.

Jika terbukti terjadi pelanggaran, masyarakat meminta agar pihak terkait memberikan sanksi tegas demi melindungi hak-hak siswa serta menjaga marwah dunia pendidikan.(Tim/Red)