Pringsewu – Di tengah ketatnya persaingan kerja dan ancaman pengangguran yang masih menghantui, Pemerintah Kabupaten Pringsewu tancap gas menyiapkan generasi muda agar tak sekadar menjadi penonton di negeri sendiri. Melalui Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2025, peluang kerja berstandar internasional kini benar-benar dibuka lebar.
Program hasil kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan International Manpower Development Organization (IM Japan) ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Pringsewu dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global. Langkah ini sekaligus menerjemahkan visi besar daerah, “Pringsewu Makmur”, ke dalam aksi nyata di sektor ketenagakerjaan.
Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, menegaskan bahwa pemagangan ke Jepang bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, melainkan strategi jangka panjang menyiapkan SDM tangguh yang siap bersaing di level internasional.
“Ini bukan program instan. Ini investasi SDM. Kita ingin anak-anak Pringsewu pulang dengan skill, mental, dan etos kerja kelas dunia,” tegas Bupati.
Keseriusan pemerintah daerah tercermin dari keterlibatan langsung Bupati yang turun meninjau proses pembuatan paspor peserta pemagangan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pringsewu, Kompleks Perkantoran Pemkab, Kamis (15/01/2026). Proses ini menjadi tahap krusial sebelum peserta memasuki pelatihan intensif menuju Jepang.
Data Disnakertrans Pringsewu mencatat, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Sebanyak 164 orang mendaftar, terdiri dari 85 warga Pringsewu dan 79 pendaftar dari luar daerah. Namun, seleksi ketat akhirnya menyaring hanya 59 orang yang dinyatakan lulus, 39 peserta asal Pringsewu dan 20 peserta dari luar daerah.
Saat ini, seluruh peserta yang lolos tengah menjalani pembuatan paspor secara kolektif melalui kerja sama Disnakertrans Pringsewu dengan Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung. Kepemilikan paspor menjadi syarat mutlak sebelum peserta memasuki pelatihan daerah dan pelatihan pusat.
Pelatihan daerah dijadwalkan mulai 19 Januari 2026 (estimasi) dan akan berlangsung selama kurang lebih 2 bulan 10 hari di Rusunawa Pemda Pringsewu. Setelah itu, peserta akan mengikuti Pelatihan Pusat di Bekasi, dengan jadwal resmi menunggu penetapan Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Program Pemagangan ke Jepang yang telah berjalan sejak 1993 ini terbukti menjadi jalur emas peningkatan kompetensi tenaga kerja. Hingga kini, lebih dari 45.000 alumni telah dihasilkan di seluruh Indonesia.
Tak hanya dibekali keahlian teknis, peserta juga ditempa dengan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja tinggi ala Jepang. Menariknya, selama pemagangan peserta juga memperoleh upah setara pekerja, dengan kisaran Rp13 juta hingga Rp25 juta per bulan, tergantung perusahaan penempatan.
Pemkab Pringsewu berharap, para peserta yang kembali ke tanah air kelak tidak hanya membawa tabungan, tetapi juga membawa perubahan menjadi motor penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja, dan contoh nyata bahwa anak daerah mampu bersaing di panggung global.
Program ini sekaligus menegaskan satu pesan, Pringsewu tidak sekadar mengirim tenaga kerja, tetapi sedang mencetak generasi berkelas dunia. (Redaksi)

