Pringsewu — Ancaman maut kembali mengintai pengguna Jalan Lintas Barat (Jalinsum) Sumatera. Sebuah truk fuso bermuatan pasir terperosok ke dalam badan jalan setelah gorong-gorong di bawahnya amblas, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Insiden ini menelanjangi rapuhnya infrastruktur di jalur nasional yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi Sumatera. Gorong-gorong saluran irigasi yang tertanam di bawah badan jalan tak mampu menahan beban kendaraan berat, hingga akhirnya ambles dan menjebak truk di lubang besar yang menganga di tengah jalan.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalinsum tersendat. Kendaraan dari dua arah terpaksa melintas bergantian di satu jalur, memicu antrean panjang dan kepadatan lalu lintas selama kurang lebih 30 menit. Sejumlah pengendara tampak ekstra waspada, memperlambat laju kendaraan saat melintasi titik rawan yang kini berubah menjadi jebakan jalan.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas sekaligus melakukan evakuasi. Truk fuso yang terperosok dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan truk lain agar kemacetan tidak semakin parah.
Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut struktur jalan di lokasi kejadian memang tidak lagi kuat menahan beban kendaraan berat.
“Truk fuso terperosok karena gorong-gorong di bawah badan jalan amblas. Kendaraan tidak bisa keluar dari lubang dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat,” ujar Iptu Kadek mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra.
Meski evakuasi berhasil dan arus lalu lintas kembali normal, bahaya belum sepenuhnya hilang. Lubang bekas amblasnya gorong-gorong masih mengancam pengguna jalan. Polisi hanya memasang rambu peringatan sebagai langkah darurat.
Lebih jauh, Iptu Kadek mengungkap fakta yang cukup mencengangkan. Pihak kepolisian mengaku telah lama memetakan kerusakan di sejumlah titik Jalinsum dan bahkan sudah menyampaikan hasil survei tersebut ke instansi terkait.
“Kami sudah melakukan survei dan menyampaikan data kerusakan ke pihak berwenang. Namun hingga kejadian ini terjadi, belum ada tindak lanjut perbaikan,” tegasnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan pemeliharaan jalan nasional. Jalinsum yang setiap hari dilalui kendaraan berat kini justru menjadi jalur berisiko tinggi, terutama pada malam hari dengan minim penerangan.
Polisi berharap perbaikan segera dilakukan. Untuk sementara, pihak terkait berencana memasang pelat besi sebagai solusi darurat sebelum perbaikan permanen direalisasikan.
Sementara itu, pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalinsum. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan tidak mengabaikan rambu peringatan.
“Keselamatan harus diutamakan. Jalan berlubang bukan sekadar gangguan, tapi bisa mengancam nyawa,” pungkasnya.(Rilis)

