PRINGSEWU – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk lebih dekat dengan masyarakat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan sosial sekaligus silaturahmi ke kalangan pesantren.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pembagian takjil kepada masyarakat serta kunjungan ke Pondok Pesantren Salafiyah Al-Wustho, Rejosari, Pringsewu. Selain berbagi dengan warga, rombongan PSI juga meminta nasihat dan pandangan keagamaan terkait etika berpolitik dalam perspektif fiqih.
Dalam kunjungan itu, pengurus DPD PSI Pringsewu bertemu langsung dengan pengasuh pesantren, KH Ahmad Nasihin. Kepada sang kiai, mereka memohon doa sekaligus arahan agar aktivitas politik yang dijalankan tetap berada dalam koridor moral dan nilai-nilai keagamaan.
Ketua DPD PSI Kabupaten Pringsewu, Rusdiyanto, dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Ketua DPD PSI Pringsewu, Freddi Wibisono, S.Kom. Turut hadir pula Ketua Pembina DPD PSI Pringsewu, Bhernad Abbas, S.Pd.
Freddi Wibisono mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PSI untuk memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat, terutama di bulan Ramadan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Selain berbagi takjil kepada masyarakat, kami juga bersilaturahmi dengan para ulama. Kami meminta doa dan nasihat dari KH Ahmad Nasihin tentang bagaimana berpolitik yang baik menurut pandangan fiqih,” ujarnya.
Menurutnya, politik seharusnya tidak dipisahkan dari nilai-nilai moral dan etika. Karena itu, masukan dari tokoh agama dinilai penting agar praktik politik tidak melenceng dari kepentingan masyarakat.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut KH Ahmad Nasihin juga memberikan sejumlah pesan agar para politisi tetap menjunjung tinggi kejujuran, amanah, serta menjadikan politik sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar alat meraih kekuasaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian agenda sosial DPD PSI Pringsewu selama Ramadan, sekaligus upaya membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren dan tokoh agama di daerah tersebut.(Red)

