Pringsewu – Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi keluarga dan lingkungan sekitar, terutama jika ada yang menunjukkan tanda-tanda tekanan mental atau perubahan perilaku. Imbauan ini disampaikan jajaran Polsek Sukoharjo menyusul ditemukannya seorang ibu rumah tangga meninggal dunia diduga bunuh diri di wilayah hukumnya.
Korban diketahui bernama Puri Utami (35), warga Pekon Sukoharjo 3, Kabupaten Pringsewu. Sehari-hari, ia berjualan gorengan tak jauh dari kediamannya.
Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Tugino (67), pada Rabu pagi (18/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat hendak menuju belakang rumah untuk membersihkan kandang dan membuang sampah, ia melihat sosok tergantung di pohon cokelat.
“Saya kaget, tidak menyangka itu anak saya,” ujarnya lirih.
Petugas dari Polsek Sukoharjo yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, polisi menemukan sebuah amplop berisi tulisan yang diduga merupakan pesan terakhir korban. Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan permintaan maaf kepada suami serta berpesan agar anak-anaknya dijaga dan dibimbing dalam beribadah.
Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal bersama tenaga medis Puskesmas Sukoharjo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Namun untuk motifnya masih kami dalami,” ujar Juniko.
Pihak keluarga, lanjutnya, telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polisi kembali mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Perubahan sikap seperti murung berkepanjangan, menarik diri, atau sering mengungkapkan keputusasaan sebaiknya tidak diabaikan.
Perhatian sederhana seperti menyapa, mendengarkan, atau mengajak berbicara dapat menjadi langkah awal untuk membantu seseorang yang sedang menghadapi tekanan hidup. Jika ada warga yang membutuhkan dukungan psikologis, masyarakat juga diimbau untuk segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan atau aparat setempat agar dapat ditangani secara tepat. (Rls/Red)

