Ngaku Miliki Senpi, Pengusaha Pempek di Bandar Lampung Ancam Tembak Wartawan

Bandar Lampung BERITA TERKINI Hukum & Kriminal LAMPUNG

Bandar Lampung — Seorang pengusaha kuliner di Bandar Lampung berinisial Ab, pemilik usaha Pempek 345 di kawasan Pahoman, diduga melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap seorang wartawan saat proses konfirmasi, Jumat (18/4/2026).

Peristiwa bermula ketika jurnalis dari media lihatwarta.id mendatangi kediaman sekaligus tempat usaha Ab di Jalan Nusa Indah, Pahoman. Kedatangan tersebut bertujuan untuk mengonfirmasi laporan seorang pekerja bernama Melan, yang mengaku belum menerima upah meski telah bekerja selama 15 hari.

Awalnya, suasana pertemuan berlangsung kondusif. Namun situasi berubah tegang saat wartawan menanyakan kebenaran terkait status kerja dan hak upah Melan.

Ab bersama istrinya membantah kewajiban pembayaran tersebut. Mereka beralasan bahwa pekerja yang belum genap satu bulan tidak berhak menerima upah.

Wartawan kemudian mencoba menjelaskan secara persuasif agar upah tetap diberikan sesuai jumlah hari kerja. Namun, Ab justru merespons dengan nada tinggi dan sikap kasar.

“Kamu minta duit ya?” ujar Ab kepada wartawan.

Wartawan pun menegaskan bahwa kedatangannya murni untuk konfirmasi, bukan meminta uang.

Situasi semakin memanas ketika Ab diduga melakukan tindakan intimidatif. Berdasarkan keterangan dan rekaman video yang beredar, Ab dua kali memerintahkan anaknya untuk mengambil pistol dari dalam rumah.

“Nak, ambil pistol bapak di dalam!” teriak Ab.

Tak hanya itu, Ab juga diduga melakukan kekerasan fisik dengan mencengkeram kerah baju wartawan hingga membuat korban merasa tercekik.

Insiden tersebut semakin memprihatinkan karena dua anak Ab turut terlibat. Keduanya terlihat ikut mencengkeram korban sambil menantang berkelahi. Bahkan, Kartu Tanda Anggota (KTA) milik wartawan dirusak dalam kejadian tersebut.

Atas peristiwa itu, korban berinisial Hi melaporkan Ab beserta anaknya ke Polresta Bandar Lampung pada Jumat malam.

“Saya minta pihak kepolisian mendalami terkait kepemilikan dan izin senjata api yang diakui oleh Ab ada di rumahnya,” ujar Hi.

Kasus ini kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian. Selain dugaan penganiayaan dan perusakan, aparat juga didorong untuk menyelidiki legalitas kepemilikan senjata api yang disebutkan dalam insiden tersebut. (Tim/Red)