TANGGAMUS – Persoalan pengelolaan limbah Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, Dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekon Pariaman, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, diduga mencemari lingkungan akibat pembuangan limbah cair secara sembarangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah warga sekitar mengeluhkan limbah cair dari dapur MBG yang dibuang langsung ke saluran irigasi aktif. Dampaknya, air irigasi yang mengalir ke kolam ikan warga diduga tercemar hingga menyebabkan ikan mati massal.
“Ikan sudah siap panen, tapi tiap sore banyak yang ngambang mati. Penyebabnya limbah bekas cucian dari dapur MBG yang dibuang ke saluran irigasi,” keluh salah seorang warga setempat.
Pantauan di lapangan menguatkan keluhan tersebut. Terlihat pipa paralon pembuangan limbah cair dari dapur MBG diarahkan langsung ke saluran irigasi di sisi tembok bangunan. Bahkan, terdapat pula pipa pembuangan lain yang mengarah ke saluran irigasi di badan jalan raya.
Saat dikonfirmasi, Ade Yunus yang mewakili pihak pengelola selaku Asisten Lapangan (Aslap) membenarkan adanya pembuangan air limbah tersebut. Namun ia mengklaim limbah yang dibuang hanyalah air bekas cucian peralatan masak.
“Itu hanya pembuangan air cucian peralatan masak dan omprengan, bukan limbah sisa makanan. Kalau limbah sisa makanan kami bungkus pakai plastik lalu diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Meski demikian, Ade juga mengakui bahwa hingga saat ini Dapur MBG Pekon Pariaman belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“IPAL memang belum ada, masih dalam proses,” katanya singkat.
Sementara itu, SPPI Dapur MBG Pekon Pariaman, Aldi Pramana, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan kesiapan sarana lingkungan pada program dapur MBG, yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, namun justru berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan baru jika pengelolaan limbahnya diabaikan. (Tim)

