Menggali Sejarah, MPAL Pesawaran Kunjungi Provinsi Banten

Berita Indonesia Berita Nasional BERITA TERKINI LAMPUNG

[su_animate][su_animate][su_animate][su_animate][su_animate][su_animate][su_label type=”important”]Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercaya[/su_label]

BANTEN – Guna menggali sejarah dan menyambung  tali silaturahmi Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran mengunjungi masyarakat suku Lampung di Provinsi Banten Kabupaten Serang tepatnya di Desa Cikoneng Kecamatan Anyer 

Kehadiran sejumlah pengurus MPAL Kabupaten Pesawaran diterima oleh Kepala Desa Cikoneng, Thomas Ferry Irawan.

Ketua MPAL Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen gelar Suntan Junjungan Makhga mengatakan, kunjungan tersebut merupakan agenda kerja MPAL guna menggali sejarah dan menyambung tali silaturahmi antara masyarakat suku lampung yang ada di Kabupaten Pesawaran,Lampung dan Kabupaten Serang ,Banten

Menurutnya, keberada masyarakat suku lampung di Desa Cikoneng sejak tahun 1470 Masehi, mereka tetap menjaga adat istiadat Lampung.Bahkan bahasa yang dipakai masyarakat Cikoneng masih menggunakan bahasa Lampung,

“Jadi kami hadir disini untuk merasakan langsung nuansa Lampung di tanah Banten, dan luar biasa, semua masyarakat bahkan aparatur desa disini menggunakan bahasa Lampung,” kata Farifki,di Kantor Cikoneng ,Serang ,Provinsi Banten,Rabu(8/3/2023).

Melihat fakta di Desa Cikoneng, Farifki mengapresiasi bahwa bahasa Lampung merupakan menjadi bahasa sehari-hari warga Desa Cikoneng di kediamannya masing-masing.

“Harus menjadi pelajaran bagi kita orang Lampung yang berada di Lampung, warga Desa Cikoneng memiliki jiwa bangga menjadi orang Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Cikoneng Thomas Ferry Irawan mengucapkan rasa terimakasihnya atas kunjungan MPAL Kabupaten Pesawaran, karena kata dia, hal tersebut merupakan bentuk perhatian MPAL kepada masyarakat Cikoneng.

“Kami merasa bangga atas kunjungannya ke desa kami, artinya kami diakui sebagai masyarakat keturunan Lampung yang ada di Cikoneng Serang Banten ini” kata dia.

Thomas mengungkapkan, ada 40 buay yang ada di Desa Cikoneng, menggambarkan bahwa masyarakat Cikoneng merupakan kumpulan masyarakat yang beraneka ragam.

“Namun kami menyatu, dan kami bangga sebagai keturunan orang Lampung,” pungkasnya.

Editor : (Redaksi)

Tinggalkan Balasan