Pringsewu — Tingginya mobilitas pelajar di jalan raya kini bukan lagi sekadar fenomena, melainkan persoalan serius keselamatan lalu lintas. Setiap pagi dan siang, pemandangan pelajar berseragam mengendarai sepeda motor sebagian tanpa helm dan belum cukup umur menjadi hal yang lumrah di ruas jalan Pringsewu.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran aparat kepolisian. Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Polres Pringsewu pun mengambil langkah preventif dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi langsung kepada para pelajar, salah satunya di SMP Muhammadiyah Pringsewu.
Hampir 100 siswa dari berbagai kelas mengikuti sosialisasi keselamatan lalu lintas yang digelar secara tatap muka dengan pendampingan guru. Dalam kegiatan itu, polisi tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga menyoroti kebiasaan pelanggaran yang kerap dilakukan pelajar di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, menegaskan bahwa tingginya angka pelajar yang berkendara sendiri di jalan umum menjadi perhatian serius pihaknya.
“Faktanya, sekarang banyak pelajar yang sudah berangkat dan pulang sekolah menggunakan sepeda motor sendiri. Bahkan motor itu juga dipakai untuk aktivitas di luar sekolah. Padahal tidak semuanya sudah cukup umur dan memiliki SIM. Artinya, mereka sudah berada di lalu lintas dengan risiko yang sama seperti pengendara dewasa,” ujar Kadek.
Ia mengingatkan, tanpa edukasi sejak dini, pelanggaran lalu lintas berpotensi dianggap sebagai kebiasaan yang wajar oleh pelajar.
“Kalau tidak dibekali pemahaman dari awal, pelanggaran seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu, hingga melawan arus akan dianggap biasa. Padahal kebiasaan itu sangat berbahaya dan bisa berujung fatal,” tegasnya.
Menurut Kadek, pendekatan ke sekolah merupakan langkah pembinaan untuk memutus mata rantai kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia pelajar. Polisi, kata dia, tidak ingin bertindak hanya saat pelanggaran sudah berujung kecelakaan.
“Kami datang bukan untuk menakut-nakuti atau sekadar menilang. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa tertib lalu lintas adalah kebutuhan, bukan keterpaksaan. Keselamatan itu tanggung jawab bersama, dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya.
Polisi berharap, melalui edukasi ini, pelajar tidak hanya lebih disiplin di jalan, tetapi juga mampu menjadi pengingat bagi lingkungan sekitar, baik teman sebaya maupun keluarga—agar keselamatan berlalu lintas tidak terus diabaikan.(Redaksi)
