Satgas MBG Jadwalkan Sidak Usai Pengakuan IPAL Belum Ada di SPPG Pariaman

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Tanggamus

TANGGAMUS – Fakta mencengangkan terungkap dari pengelolaan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Pekon Pariaman, Kecamatan Gunung Alip. Di tengah keluhan warga soal kematian ikan, pihak pengelola justru mengakui dapur tersebut belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Melalui pesan singkat WhatsApp kepada media ini, SPPI SPPG Pariaman, Aldi Pramana, membenarkan bahwa IPAL belum tersedia. Bahkan ia mengamini bahwa limbah cair dapur dialirkan, dengan alasan pembangunan IPAL sedang dalam proses.

“Terkait IPAL ini sudah dijelaskan oleh aslap kami. Alhamdulillah sedang proses pembuatan, bahkan sudah DP agar bisa segera dibuat supaya ke depan lebih baik lagi,” tulis Aldi, Jum’at (13/2/26).

Pengakuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa operasional dapur telah berjalan tanpa fasilitas pengolahan limbah yang seharusnya menjadi syarat dasar kegiatan produksi makanan dalam skala besar.

Artinya, dapur tetap beroperasi, limbah tetap mengalir, sementara IPAL masih sebatas rencana.

Terpisah, David mewakili Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Tanggamus menyatakan pihaknya telah melaporkan persoalan tersebut kepada Ketua Satgas yang juga Sekretaris Daerah (Sekda).

“Informasi tersebut sudah kami sampaikan kepada ketua satgas yaitu pak Sekda,” ujarnya, Minggu (15/2/26).

Ia menambahkan, tim Satgas baru akan melakukan monitoring dan evaluasi ke lokasi pada Rabu (18/2/26).

Namun publik kini mempertanyakan, mengapa pengawasan baru dilakukan setelah keluhan warga mencuat dan dugaan dampak lingkungan terjadi.

Program MBG yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi masyarakat kini menghadapi ujian serius dalam aspek kepatuhan lingkungan. Tanpa IPAL, pembuangan limbah ke saluran irigasi aktif bukan sekadar persoalan teknis, melainkan potensi pelanggaran standar pengelolaan lingkungan.

Warga berharap monitoring tak sekadar formalitas, melainkan diikuti langkah konkret. Sebab bagi mereka, yang terdampak bukan sekadar air keruh melainkan kerugian ekonomi akibat ikan siap panen yang mati. (Redaksi)