PRINGSEWU – Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, S.Ag., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pagelaran untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pringsewu Tahun 2027, Selasa (10/2/2026).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Musrenbang kembali digelar dengan narasi besar tentang partisipasi masyarakat dan pemerataan pembangunan. Namun di luar ruang pertemuan, realitas berbicara lain, jalan-jalan rusak masih menjadi pemandangan sehari-hari warga Pagelaran dan wilayah sekitarnya, seolah tak pernah tersentuh hasil perencanaan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Umi Laila menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Ia menyebut forum ini sebagai instrumen strategis agar aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi dalam program pembangunan daerah.
“Musrenbang harus menghasilkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya menjadi rutinitas tahunan,” ujar Umi Laila.
Pernyataan tersebut terdengar ideal. Namun fakta di lapangan menunjukkan jurang yang lebar antara janji perencanaan dan realisasi pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur jalan. Sejumlah ruas jalan penghubung antarpekon dan antar-kecamatan di Pagelaran dilaporkan rusak berat selama bertahun-tahun, meski namanya terus muncul dalam daftar usulan Musrenbang.
Bagi warga, kerusakan jalan bukan lagi sekadar keluhan teknis, melainkan simbol dari mandeknya hasil perencanaan. Setiap tahun aspirasi disampaikan, setiap tahun pula harapan kembali tertunda. Jalan tetap berlubang, aktivitas ekonomi tersendat, dan risiko kecelakaan terus mengintai.
Ironinya, di ruang Musrenbang pemerintah kembali mengusung tema pemerataan infrastruktur berkelanjutan. Tema yang terdengar meyakinkan, namun belum sepenuhnya tercermin di lapangan. Ketika konsep pembangunan dipaparkan, masyarakat justru masih bergulat dengan lumpur, genangan air, dan akses jalan yang kian memprihatinkan.
Wakil Bupati mengajak peserta Musrenbang untuk berdiskusi secara terbuka dan konstruktif. Ajakan tersebut menjadi ujian tersendiri bagi pemerintah daerah: apakah kritik dan usulan lama akan benar-benar dijawab, atau kembali tersimpan dalam dokumen perencanaan tanpa kepastian waktu.
Musrenbang Kecamatan Pagelaran dihadiri unsur Forkopimcam, anggota DPRD daerah pemilihan setempat, perangkat daerah, kepala pekon, BHP, serta tokoh masyarakat dan pemuda.
Kini, Musrenbang kembali menghasilkan harapan baru. Namun bagi masyarakat Pagelaran, harapan itu tidak lagi cukup diucapkan di forum. Yang ditunggu bukan lagi janji dan konsep, melainkan tindakan nyata, terutama perbaikan jalan rusak yang selama ini menjadi saksi bisu perencanaan yang tak kunjung berujung pada perubahan. (Redaksi)

