Janji Mulus Jelang Lebaran, Realitas Jalan Provinsi Lampung Masih Bak Kubangan di Musim Hujan

Bandar Lampung BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG

Bandar Lampung —  Pemerintah Provinsi Lampung memastikan seluruh ruas jalan provinsi yang masuk program pemeliharaan akan ditangani sebelum Lebaran. Namun di lapangan, kondisi sejumlah ruas jalan justru masih memprihatinkan berlubang, rusak parah, dan berubah menjadi kubangan saat musim hujan.

Janji menghadirkan jalur mudik yang aman dan nyaman kini diuji realitas. Di berbagai titik, lubang menganga dengan kedalaman bervariasi, genangan air menutupi kerusakan, dan badan jalan yang hancur memaksa pengendara melambat bahkan berzig-zag untuk menghindari kecelakaan.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua. Saat hujan turun, lubang yang tertutup air menjadi “jebakan” tak kasat mata.

Dilansir dari akun medsos Facebook Pemrov Lampung, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, sebelumnya menegaskan bahwa penanganan menjelang Lebaran bersifat pemeliharaan rutin dan darurat, dengan fokus pada penambalan titik-titik rusak di ruas jalan provinsi.

“Untuk kepentingan mudik, jalan provinsi harus aman dan nyaman dilalui. Ruas yang masuk pemeliharaan kami tangani sebelum Lebaran, supaya tidak ada lubang yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Namun, di tengah intensitas hujan yang tinggi, penambalan sementara dinilai belum cukup. Di sejumlah ruas, tambalan cepat rusak kembali, bahkan dalam hitungan hari. Air yang terus menggenang mempercepat kerusakan dan memperlebar lubang.

Warga dan pengguna jalan berharap penanganan tidak sekadar bersifat tambal sulam musiman, melainkan perbaikan yang lebih permanen dan berkualitas. Pasalnya, kerusakan jalan provinsi bukan persoalan baru, tetapi keluhan tahunan yang selalu muncul setiap musim hujan dan menjelang arus mudik.

Taufiqullah menjelaskan bahwa pemeliharaan menjelang Lebaran berbeda dengan program pembangunan 62 ruas jalan tahun 2026 yang akan dilaksanakan setelah proses tender selesai.

“Pemeliharaan menjelang Lebaran jalan terus, sedangkan pembangunan 2026 tetap sesuai aturan dan jadwal setelah tender. Ini dua proses yang berbeda,” jelasnya.

Meski demikian, masyarakat menilai persoalan jalan rusak membutuhkan langkah yang lebih cepat dan terukur, mengingat jalur provinsi merupakan urat nadi mobilitas ekonomi dan jalur utama mudik antar kabupaten/kota.

Dengan waktu Lebaran yang semakin dekat dan curah hujan yang masih tinggi, publik kini menanti bukti nyata di lapangan, bukan sekadar target di atas kertas. Sebab bagi pengguna jalan, keselamatan tidak bisa ditunda, dan lubang di jalan bukan sekadar kerusakan, tetapi ancaman nyata di setiap perjalanan. (Redaksi)