PRINGSEWU – Kinerja oknum Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pringsewu berinisial SF menjadi sorotan publik. Dalam beberapa bulan terakhir, yang bersangkutan disebut-sebut jarang hadir di sekolah, memicu pertanyaan serius terkait kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai pimpinan lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Informasi yang dihimpun dari sumber internal menyebutkan, sejak Desember 2025 hingga kini, kehadiran kepala sekolah tersebut sangat minim.
“Dua bulan terakhir, kepsek masuk sekolah mungkin hanya sekitar tiga kali,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (27/2/26).
Keterangan serupa disampaikan Muhaziz, salah satu guru di lingkungan sekolah. Ia menilai pola kehadiran pimpinan madrasah tersebut sudah tidak berjalan normal.
“Beberapa bulan terakhir memang kadang masuk, kadang tidak,” kata Muhaziz kepada wartawan.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Jabatan kepala sekolah merupakan posisi strategis yang menuntut kehadiran aktif dalam mengelola kegiatan belajar mengajar, pembinaan guru, serta manajemen administrasi sekolah.
Tak hanya soal disiplin, persoalan lain juga mencuat. Beredar kabar adanya tunggakan pembayaran sewa kendaraan yang diduga digunakan oleh yang bersangkutan. Informasi tersebut menyebutkan kendaraan itu milik warga Pekon Totokarto.
“Saya sempat dengar kabarnya begitu, tapi soal sudah dibayar atau belum saya tidak tahu pasti,” ujar Muhaziz.
Bahkan, menurut informasi yang beredar, pihak penagih disebut-sebut pernah datang ke lingkungan sekolah untuk menanyakan persoalan tersebut. Namun, kejadian ini belum dapat dipastikan secara resmi karena tidak semua pihak mengetahui secara langsung.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Dunia pendidikan yang seharusnya menjadi contoh kedisiplinan dan integritas dinilai berpotensi tercoreng jika dugaan tersebut benar adanya.
Publik pun mempertanyakan fungsi pengawasan dari instansi terkait. Jika seorang kepala madrasah terbukti jarang menjalankan tugas dan persoalan pribadinya sampai menyeret nama lembaga, maka evaluasi menyeluruh dinilai menjadi langkah mendesak.
Hingga berita ini diterbitkan, SF Kepala MIN 2 Pringsewu belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi maupun hak jawab. Tim media masih terus melakukan penelusuran guna memperoleh keterangan dari pihak terkait. (Tim)

